Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sample)

Di dalam suatu penelitian, pastilah tidak akan pernah lepas dari yang namanya sumber data. Itu karena setiap isi dari penelitian tersebut harus memiliki referensi atau sumbernya sendiri agar peneliti bisa meneliti secara detail dan jelas. Di sisi lain, juga ada sumber data penelitian (populasi dan sample) yang wajib Anda pahami sebelumnya.

Apa Itu Sumber Data Penelitian?

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, bahwa sumber data penelitian ini sangatlah penting untuk keberlangsungan penelitian oleh seorang peneliti. Sumber ini adalah subjek di mana data bisa diperoleh. Tanpa adanya referensi maupun sumber ini, Anda tida akan bisa meneliti suatu obyek.

Bila pihak peneliti menggunakan kuesioner maupun wawancara di dalam proses penelitiannya. Maka untuk dapat mengumpulkan datanya, sumber data tersebut adalah responden atau orang yang bisa menjawab pertanyaan peneliti. Baik itu pertanyaan secara tertulis atau bahkan lisan sekali pun.

Namun, berbeda lagi jika pihak peneliti menggunakan teknik observasi. Maka mereka akan mencari sumber datanya dalam bidang berupa benda, proses sesuatu atau yang bergerak. Peneliti akan mengamati, seperti tumbuhnya tanaman. Sumber datanya adalah dokumen maupun catatan.

A. Pengertian Populasi 

Populasi ini merupakan semua orang yang tinggal di suatu tempat. Di dalam suatu ekosistem, maksudnya adalah semua individu sejenis yang menempati daerah tertentu. Persyaratan dari populasi, antara lain menempati daerah maupun habitat yang sama dan ada persamaan morfologi.

Adanya persamaan anatomi serta fisiologi juga. Kemudian, mampu menghasilkan keturunan yang bisa berkembang biak secara kawin. Hal tersebut tentu akan sangat berkaitan erat dengan proses pencarian populasi di dalam suatu penelitian Anda. Tujuannya agar mudah melakukan penelitian.

Penelitian itu harus diambil jumlah subjeknya, tidak harus semua responden bisa Anda wawancarai atau dimintai keterangan semuanya. Jadi, sebelum melakukan penelitian ada baiknya mengetahui apa saja yang menjadi dasar maupun unsur dalam mencari populasi secara baik dan benar ini.

Tentang Pengambilan Populasi 

Sebelum mengambil keputusan dalam penelitian, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana cara dalam pengambilan populasi secara baik dan juga benar. Pada umumnya, populasi itu bisa dibedakan menjadi dua macam. Untuk informasi lengkapnya, ketahu tentang populasi berikut ini.

1. Macam-Macam Pengambilan Populasi 

Pada umumnya, populasi dibedakan menjadi 2 macam yaitu populasi sampling serta sasaran. Untuk populasi sampling merupakan keseluruhan dari objek yang akan diteliti, sedangkan untuk populasi sasarannya adalah yang benar-benar (sebenarnya) dijadikan sebagai salah satu sumber data.

Misalnya saja, seperti Anda ingin meneliti rata-rata tingkat prestasi di suatu fakultas di Universitas. Lalu hanya ingin memfokuskan kepada mahasiswa yang hanya aktif di lembaga. Jadi, mahasiswa tersebut akan menjadi populasi samplingnya dan seluruh pelajar yang aktif jadi populasi sasarannya.

2. Jenis-Jenis Populasi 

Populasi juga memiliki dua jenis, yaitu populasi target dan juga terukur. Untuk populasi target merupakan populasi yang mempunyai alasan kuat dan memiliki kesamaan antar karakteristik. Sedangkan yang terukur adalah populasi secara riil dan dijadikan suatu dasar penentuan sampel.

Populasi ini mempunyai parameternya sendiri, yaitu besarannya terukur dengan menunjukkan ciri dari populasi tersebut. Di antaranya, rata-rata, variansi, rata-rata simpangan sebagai salah satu parameter populasi. Jika nilainya berubah, maka populasinya pun juga akan berubah.

3. Sifat Populasi 

Menurut ahli Margoni, populasi bagi penelitian dapat dibedakan menjadi dua sifat. Seperti populasi bersifat homogen (unsurnya memiliki sifat yang sama). Misalnya saja seorang dokter yang melihat golongan daran seseorang. Jadi, cukup melakukan pengambilan darahnya setetes saja.

Selain itu, sifat populasi ada juga yang bersifat heterogen. Arti dari sifat satu ini adalah populasi yang berbagai macam unsurnya mempunyai sifat maupun keadaan yang sangat bervariasi. Jadi, batas – batasnya sangat perlu untuk Anda tetapkan. 

B. Pengertian Dari Sampel 

Sampel ini berbeda dengan populasi sebelumnya, karena merupakan sebagian dari karakteristik maupun jumlah yang dimiliki oleh suatu populasi tersebut. Bisa juga diartikan sebagai kelompok kecil yang lebih nyata diteliti serta ditarik kesimpulannya. Peneliti akan lebih untung menggunakan sampel.

Itu karena sampel ini akan menjadikan proses penelitian menjadi lebih hemat biaya, waktu serta tenaga peneliti. Di dalam menentukan sampel, langkah pertama adalah dengan membatasi jenis populasi yang sebelumnya Anda pilih. Kemudian, tentukan target dari populasi tersebut.

Sampel dari penelitian ini merupakan bagian populasi yang telah dijadikan subjek penelitian atau wakil dari semua anggota populasi. Di samping pengambilan sampel ini, sangat perlu dijelaskan juga yang namanya besaran sampel beserta dengan rumusannya jika ada.

Berbagai Teknik Sampling 

Tidak hanya itu saja, sampel ini juga memiliki berbagai macam tekniknya. Biasanya setiap peneliti akan menggunakan salah satu dari teknik ini. Dengan begitu, proses penelitian mereka bisa berjalan dengan lancar dan hasilnya maksimal.

1. Sampling Acak 

Salah satu dari banyaknya teknik sampel paling banyak digunakan, yaitu sampling acak atau random sampling. Merupakan sampel di mana elemen sampelnya dipilih maupun ditentukan dari nilai probabilitas serta pemilihannya sendiri dilakukan secara acak. 

Di dalam penelitian dengan menggunakan teknik sampling acak ini, peneliti harus mampu mengetahui berapa jumlah dari responden yang terdapat di dalam populasi. Bahkan teknik pemilihan samplingnya bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu cara manual atau bahkan tradisional.

2. Non Probability Sampling 

Kemudian, ada teknik non probability sampling, merupakan salah satu cara pengambilan sampelnya dan prinsipnya menggunakan suatu pertimbangan tertentu yang telah digunakan oleh para peneliti. Teknik satu ini bisa dilakukan secara mudah hanya dalam waktu singkat.

Namun, teknik non probability sampling ini memiliki kekurangannya sendiri. Seperti hasilnya tidak bisa diterima serta berlaku untuk seluruh populasi. Itu karena sebagian besar populasinya tidak dilibatkan di dalam sebuah penelitian peneliti.

3. Sampling Jenuh dan Padat 

Tidak hanya itu saja, sampel masih memiliki teknik penting lainnya. Seperti sampling jenuh dan padat ini. Menurut para ahli, sampling ini bisa dikatakan jenuh jika nantinya seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Misalnya saja semua guru yang ada di sekolah.

Sedangkan penelitian bisa dikatakan padat, jika jumlah dari sampelnya lebih dari setengah populasi. Misalnya 300-400 orang dari populasi 600 orang. Sampling jenuh ini sangat cocok digunakan bila jumlah suatu penelitian hanya berada di bawah 1000 orang. Apabila lebih akan membutuhkan banyak waktu.

4. Quota Sampling

Ada juga teknik quota sampling, merupakan salah satu metode dalam pemilihan sampel yang memiliki ciri tertentu di dalam jumlah maupun kuota yang peneliti inginkan. Misalnya saja, Anda ingin mengetahui kinerja dari suatu karyawan.

Kelebihan dari penggunaan teknik quota sampling ini, yaitu pelaksanannya jauh lebih mudah, cepat dan juga murah, hasilnya seperti kesan umum yang masih kasar, sampelnya bisa dengan sengaja Anda masukkan orang yang memiliki ciri sesuai keinginan. 

Sesuai dengan penjelasan tentang sumber data penelitian (populasi dan sample) di atas. Di dalam suatu penelitian, sangatlah penting untuk memilih populasi maupun sampel secara baik dan benar. Supaya hasil penelitiannya bisa maksimal.

0 Response to "Sumber Data Penelitian (Populasi dan Sample)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel