15+ Pengertian Validitas dan Reliabilitas Menurut Para Ahli

Pengertian validitas dan reliabilitas menurut ahli menjadi sebuah standar atau dasar ukuran yang memberikan penunjukan ketetapan, manfaat dan juga kebenaran yang mengajar pada ketetapan interpretasi suatu prosedur evaluasi. Kemudian disesuaikan dengan fungsi dari adanya pengukurannya.

Pengertian Validitas dan Reliabilitas Menurut Ahli

Terdapat beberapa pengertian validitas dan juga reliabilitas menurut para ahli yang patut untuk Anda ketahui. Definisi-definisi di bawah ini sudah disesuaikan dengan arti sesungguhnya menurut pemaparan para tokoh tersebut. Berikut adalah beberapa penjelasannya.

A. Beberapa Pengertian Validitas Menurut Beberapa Ahli

Ada banyak versi pengertian validitas menurut beberapa ahli yang memang tugasnya melakukan kajian di bidang satu ini. Validitas memang menjadi salah salah satu hal penting dan wajib untuk selalu diperhatikan, Agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari nanti.

1. Sudjana (2004)

Validitas merupakan suatu ketepatan alat penilaian mengenai konsep yang dinilai. Dengan begitu dapat benar-benar melakukan penilaian terhadap apa yang harus dinilai tersebut. Maka, sebuah penelitian tidak akan sampai mengalami salah sasaran.

Pengujian satu ini memang harus selalu diperhatikan keberadaan dan ketepatannya. Untuk dapat menjamin suatu penelitian dilakukan dengan cara yang benar dan tepat. Sekaligus menjaga keabsahan dari dokumen pribadi seseorang.

2. Suryabrata (2000)

Validitas merupakan derajat fungsi untuk mengukur sebuah tes atau derajat cermatnya pengukuran suatu tes tertentu. Adanya validitas ini memberikan permasalahan mengenai persoalan ters tersebut sungguh-sungguh melakukan pengukuran atau tidak.

Dalam sebuah pengukuran harus ada unsur validitas. Agar dapat menjamin adanya kebenaran data yang dimuat dalam penelitian tersebut. Memberikan unsur satu ini juga menjadi salah satu bukti penting mengenai keabsahan suatu penelitian.

3. Zaenal Arifin (2012)

Sedangkan menurut ahli bernama Zaenal Arifin, beliau mengemukakan bahwa penelitian dengan menggunakan instrumen validitas ini adalah suatu derajat ketepatan atau bahkan kelayakan dari instrumen yang akan digunakan untuk dapat mengukur apa yang seharusnya akan diukur peneliti.

Dengan validitas ini, Zaenal Arifin mengemukakan bahwa peneliti bisa melakukan penelitian dengan cukup tepat dan layak. Itu karena disaat validitas suatu data diukur, maka hasilnya harus benar-benar valid. Berarti data yang sudah didapat peneliti memiliki nilai yang sesuai dengan judul penelitian.

4. Arikunto (1999)

Validitas merupakan suatu ukuran yang memberikan petunjuk mengenai tingkatan kebenaran suatu tes atau penelitian. Sebuah penelitian dapat dikatakan valid, jika dapat melakukan pengukuran terhadap apa yang seharusnya diukur.

Tes dapat dikatakan memiliki nilai validitas tinggi, jika hasil tes mempunyai kesesuaian dengan kriteria yang diberikan, Atau dapat diartikan mempunyai kesetaraaan antara tes dan juga kriterianya dengan baik dan tepat. Dengan begitu, semuanya akan bisa dilakukan secara benar.

5. Kusaeri (2012)

Validitas merupakan ketepatan, kebenaran makna dan juga manfaat dari sebuah kesimpulan yang diperoleh dari adanya interpretasi terhadap skor tes. Dengan begitu dapat dihasilkan nilai total sesungguhnya yang memang diperlukan.`

Suatu validitas dalam penelitian dianggap menjadi hal penting yang memang harus selalu dipastikan keberadaannya. Sekaligus menjadi unsur wajib dalam melihat dan menginterpretasi sebuah tulisan atau penelitian. Agar dapat diketahui nilai kebenarannya dengan benar dan sesuai.

B. Beberapa Jenis dari Validitas

Ada berbagai jenis atau macam validitas. Terdapat banyak variasi validitas yang tersedia di untuk dapat mengenali dan mendeteksi mengenai kebenaran seputar penelitian-penelitian pada sebuah tulisan atau pembahasan. Berikut adalah beberapa diantaranya.

1. Validitas Isi

Validitas isi atau biasa disebut sebagai content validity untuk melakukan penjabaran mengenai jauhnya pertanyaan, tugas atau butir yang ada di dalam sebuah tes atau instrumen. Ini bisa menjadi perwakilan secara menyeluruh dan pas untuk perilaku sampel yang diketahui oleh tes yang ada.

Jenis ini biasanya digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap pencakupan substansi elemen yang ingin dilakukan pengukuran. Umumnya validitas ini digunakan untuk mengukur kemampuan belajar dan hasil dari pembelajaran atau prestasi dalam hal belajar.

2. Validitas Konstruk

Validitas konstruk atau bisa juga disebut sebagai construct validity merupakan validitas yang memberikan permasalah mengenai kedalaman dari butir tes. Kemudian melakukan pengukuran mengenai hal yang benar-benar akan diukur.

Validitas konstruk memiliki hubungan dengan kejadian dan objek-objek bersifat abstrak dan gejala yang ada bisa dilakukan pengamatan dan pengukurannya. Jenis ini bisa digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap sikap, minat konsep diri, fokus kontrol dan gaya kepemimpinan dan lainnya.

3. Validitas Kriteria

Validitas kriteria atau biasa disebut sebagai validitas empiris (criterion-related validity) dipengaruhi oleh kriteria, baik dari internal maupun eksternal. Hasilnya diperoleh dari adanya hasil uji coba tes terhadap respondennya yang akan diujikan dan diteliti dengan baik dan benar.

Validitas kriteria merupakan ukuran validitas yang memberikan ketentuan dengan cara memberikan perbandingan skor tes dengan memberikan kinerja tertentu pada ukuran-ukuran yang lainnya juga. Jadi sudah pasti memberikan perbedaan-perbedaan tertentu di dalamnya.

C. Beberapa Pengertian Reliabilitas Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa macam pengertian reliabilitas. Semuanya memiliki berbagai macam pengertian yang bervariasi tiap-tiap orangnya. Jadi sudah pasti berbeda-beda, tetapi meskipun begitu maksud penjelasan itu tetaplah sama saja. Berikut adalah beberapa uraiannya.

1. Walizer (1987)

Pengertian penelitian Reliabilitas menurut ahli bernama Wallizer ini cukup simpel dan sederhana. Beliau mengemukakan bahwa reliabilitas ini merupakan suatu keajegan pengukuran dari setiap jenis penelitian yang selalu dilakukan peneliti. Baik itu menggunakan kuantitatif atau bahkan kualitatif sekalipun.

Dari pengertiannya tersebut, maka reliabilitas ini merupakan salah satu cara untuk dapat mengukur suatu jenis penelitian. Dengan tujuannya, supaya penelitian dari peneliti bisa menghasilkan hasil yang jauh lebih terstruktur dan terencana. Bahkan peneliti bisa menambahkan instrumen penelitian lainnya.

2. Nursalam (2003)

Reliabilitas merupakan kesamaan hasil cara mengukur atau melakukan pengamatan terhadap fakta atau juga kenyataan dalam kehidupan yang diukur berulang-ulang dalam kurun waktu berbeda-beda juga. Maka dari itu, isinya juga memiliki beberapa tanda didalamnya.

Semua hal tersebut memiliki beberapa hal lain yang memang harus diperjelas dan dilihat dengan baik dan benar. Kesamaan tersebut akan bisa memberikan banyak fakta-fakta tertentu di dalamnya. Dengan begitu, semua kebenarannya juga akan terungkap dengan benar.

3. Sukadji (2000)

Reliabilitas merupakan sebuah tes yang memberitahukan mengenai besarnya derajat tes ketika melakukan pengukuran dengan konsisten terhadap sasaran yang akan diukur tersebut dengan benar dan tepat. Dengan begitu akan dapat dihasilkan tes yang baik dan tepat juga.

Umumnya reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka yang biasanya adalah koefisien. Ini untuk dapat mempermudah pembacanya dalam mengerti isi dari tes tersebut dengan tepat. Dengan begitu, tidak akan terjadi kesalahan saat membaca hasilnya juga.

4. Gronlund dan Linn (1990)

Reliabilitas merupakan ketepatan terhadap hasil didapatkan dari sebuah pengukuran-pengukuran tersebut. Dengan cara ini, maka semuanya akan bisa diperoleh dengan hasil tepat dan sesuai seperti apa yang diinginkan sebelum-sebelumnya dalam pengertian validitas dan reliabilitas menurut ahli.

Semua orang memiliki berbagai macam prediksi dan beberapa penjelasan-penjelasan lainnya yang akan sangat berguna dalam melakukan reliabilitas. Terutama terhadap penelitian-penelitian yang akan dilakukan. Supaya dapat tetap menjaga kebenarannya dengan tepat.

5. Brennan (2001)

Selain itu, ada pengertian mengenai Reliabilitas lain dari seorang ahli bernama Brennan ini. Beliau mengemukakan bahwa penelitian ini merupakan karakteristik skor, bukanlah tentang tes maupun bentuk tes lainnya. Dikemukakan tepatnya pada tahun 2001 lalu.

Maksud dari seorang ahli bernama Brennan mengenai Reliabilitas bukanlah ts maupun bentuk tes lain adalah proses mencari datanya itu diukur sedemikian rupa. Hasilnya berupa angka yang sudah diuji oleh peneliti dengan menggunakan aplikasi uji reliabilitas maupun validitas tertentu.

6. Anastasia dan Susana (1997)

Reliabilitas adalah sesuatu yang merujuk kepada konsistensi skor yang didapatkan oleh seseorang yang sama saat melakukan pengujian tes sama dalam waktu berbeda. Atau bisa juga dengan beberapa butir ekuivalen yang tak sama dan lebih cenderung berbeda tiap-tiap orangnya.

Bisa juga di bawah keadaan saat melakukan pengujian berbeda juga. Maka dari itu, hasil yang didapatkan di dalamnya juga pasti memiliki perbedaan-perbedaan tertentu di dalamnya. Dengan begitu, semuanya juga pasti memiliki keberagaman tertentu.

7. Neuman (2007)

Reliabilitas merupakan keandalan atau sebuah kekonsistenan. Hal tersebut berarti bahwa sebuah pengukuran terhadap sebuah atribut yang sama dan dilakukan secara berulang. Dapat menghasilkan keadaan yang sangat mirip dengan keadaan-keadaan tertentu yang lebih membingungkan.

Pada penelitian kuantitatif ditunjukkan bahwa hasil nomor yang didapatkan dari indikator sama. Ini karena adanya karakteristik dari adanya proses pengukuran dan juga instrumental ukuran itu sendiri di dalamnya. Dengan begitu, semuanya bisa berjalan dengan lancar.

8. Sumadi Suryabrata (2004)

Reliabilitas merupakan keterangan mengenai hasil pengukuran dengan menggunakan alat tersedia dan bisa dipercaya validasinya dengan benar. Hasil pengukuran yang dilakukan juga harus memiliki reliabel. Dengan bgeitu kekonsistensiannya bisa dipercaya.

Tanpa adanya keraguan di dalam penyampaian informasi mengenai hal-hal tersebut dengan cara yang baik dan tepat. Semuanya akan bisa memberikan Anda berbagai macam keuntungan dan kelebihan-kelebihan di dalam penggunaannya.

9. Azwar (2011)

Reliabilitas adalah sejauh apa hasil dari cara untuk mengukur yang memiliki kepercayaan, keandalan, kebenaran, konsistensinya dan juga kestabilan yang dapat diperoleh dengan hasil-hasil sama. Dengan begitu, semuanya akan bisa diatur secara konsisten dan benar.

Ini untuk dapat menghindarkan diri dari adanya kesalahan-kesalahan mengenai hal-hal sama di dalamnya. Semua memiliki berbagai macam ketentuan dan syaratnya masing-masing untuk dapat memperoleh hasil lebih maksimal di kemudian hari nantinya.

10. Soegeng. A.Y (2006)

Reliabilitas merupakan adanya tingkat konsistensi dalam melakukan pengukuran mengenai banyak hal dan apapun itu didalamnya. Semakin beragam hasil ukur yang dilakukan, maka semakin tidak reliabel lagi alat tersebut untuk dapat membantu pemiliknya.

Untuk itu, Anda juga harus mampu untuk mengawasi dan melakukan berbagai tindakan lucu mengenai hal-hal tersebut dengan baik dan benar. Kemudian akan dapat diketahui berbagai macam tindakan-tindakan lainnya tentang semua itu didalamnya dengan baik dan benar.

Jadi, pada umumnya reliabilitas ini merupakan salah satu proses pengukuran suatu penelitian. Dengan tujuan, agar penelitian yang dilakukan oleh peneliti bisa memiliki nilai yang seharusnya kompatibel dengan judulnya. Itu berarti hasil yang peneliti dapatkan sudah sesuai dan bernilai.

Itulah beberapa hal mengenai pengertian validitas dan reliabilitas menurut ahli yang bisa Anda dapatkan dengan mudah. Semuanya akan benar-benar mendapatkan banyak teman-teman dalam ruang rawat inap tiap kamar-kamar pasien yang ada. Hal ini tentu akan semakin membuat keinginan mencarinya.

0 Response to "15+ Pengertian Validitas dan Reliabilitas Menurut Para Ahli"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel