Jenis-jenis Variabel Penelitian yang Perlu Anda Ketahui

Setiap penelitian tentu membutuhkan objek yang akan diteliti yang dikenal dengan istilah variabel. Komponen ini sangat penting dan harus ada dalam sebuah penelitian agar bisa menarik kesimpulan atas apa hasil yang sedang diteliti. Apa pengertian dan jenis-jenis variabel penelitian?

A. Pengertian Variabel Penelitian

Banyak ahli yang memberikan definisi dan pengertian Variabel penelitian yang cukup berbeda-beda kosakata dan kalimatnya. Namun, pada intinya variabel penelitian adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk menjadi objek yang akan dipelajari dan diteliti. 

Variabel ini menjadi fokus utama yang harus diperhatikan dalam suatu penelitian karena memiliki peran krusial yang akan menentukan gejala yang diteliti untuk nantinya ditarik kesimpulan. Variabel nantinya akan memberikan nilai (value) dan pengaruh terhadap hasil dari suatu penelitian yang dilakukan. 

Peneliti akan lebih mudah memperoleh dan memahami permasalahan yang dihadapi dengan penggunaan variabel. Dalam suatu penelitian, variabel ini tidak hanya terdiri dari satu jenis. Terkadang objek yang digunakan perlu dihubungkan dengan faktor atau objek lainnya yang akan diteliti. 

B. Manfaat dan Fungsi Variabel Penelitian

Mengingat variabel merupakan bagian penting dari suatu penelitian yang memiliki peran krusial, maka peneliti juga perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi dan manfaat dari variabel penelitian itu sendiri. Berikut ini manfaat dan fungsi dari variabel penelitian yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

1. Membantu Menentukan Ide dan Konsep

Alasan seseorang melakukan penelitian adalah karena menemukan suatu masalah atau pertanyaan dari suatu objek. Sehingga variabel atau objek penelitian sendiri juga memiliki fungsi untuk membantu menentukan ide dan konsep penelitian yang akan dibuat agar prosesnya bisa berjalan lebih mudah. 

Sebagai contoh, Anda menemukan belatung pada daging yang busuk. Lalu timbul pertanyaan bagaimana belatung tersebut bisa muncul? Dari objek daging ini Anda bisa mulai membuat penelitian dengan mengembangkan ide apa hubungan belatung dan daging yang busuk tersebut. 

2. Membantu Proses Persiapan

Ketika sudah menemukan ide dan konsep apa yang akan diteliti, maka langkah selanjutnya Anda harus mulai melakukan persiapan. Hal ini bisa dimulai dengan menyiapkan alat, bahan, dan metode apa saja yang akan digunakan dalam penelitian. 

Dengan melakukan persiapan sebaik dan sedetail mungkin, maka proses penelitian akan menjadi lebih mudah dan ringkas karena Anda sudah menyusun langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan. Bayangkan jika Anda hanya berniat melakukan penelitian tanpa adanya objek, tentu akan sulit. 

3. Membantu Membuat Hipotesis

Sebelum melakukan penelitian dengan alat, bahan, dan metode yang telah ditentukan, maka langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah mulai mengumpulkan data yang relevan dengan variabel. Objek yang akan diteliti bisa dikembangkan untuk menjadi hipotesis dasar sebelum mulai eksperimen.

Sebagai contoh, ketika menemukan belatung yang muncul pada daging busuk, Anda mulai terpikir untuk melakukan penelitian. Sebelum eksperimen dimulai, Anda bisa membuat hipotesis dasar seperti belatung hidup dari daging, belatung muncul dari tempat berbeda, dan lain sebagainya.

C. Ciri-ciri Variabel Penelitian

Meskipun variabel penelitian bisa diambil dalam bentuk dan sifat apa saja, namun tetap harus ada standar dan ciri-ciri yang sesuai agar variabel penelitian dapat digunakan. Berikut ini tiga ciri khusus variabel penelitian yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

1. Nilai yang Bervariasi

Objek yang diteliti harusnya bervariasi nilai atau value-nya untuk bisa membedakan hasil dari masing-masing objek atau variabel penelitian tersebut. Hal ini dikarenakan variabel Haris membedakan satu objek dengan objek lainnya untuk bisa dibandingkan dalam penelitian. 

Sebagai contoh, Anda ingin melakukan penelitian tentang bagaimana belatung bisa muncul. Anda bisa mengambil beberapa objek dan jenis daging yang berbeda serta bagaimana menempatkan daging tersebut. Apakah dibiarkan terbuka, ditutup rapat dengan kain, atau ditutup dengan kain kasa. 

2. Harus Bisa Diukur

Variabel untuk penelitian kuantitatif maupun kualitatif harus bisa diukur objeknya dan selalu terbuka untuk diuji. Konsep tidak sama dengan variabel penelitian dan justru variabel adalah operasionalisasi dari suatu konsep penelitian. Anda akan lebih mudah membedakannya ketika melihat contoh berikut.

Anda akan meneliti suatu variabel dengan konsep mahasiswa. Maka variabel yang dipilih harus berhubungan dengan konsep tersebut dan harus terukur. Contoh, jumlah mahasiswa yang datang tepat waktu, nilai mahasiswa pada mata pelajaran tertentu, prestasi mahasiswa, dan lain sebagainya. 

3. Harus Membedakan Antara Satu Objek dengan Objek Lain

Variabel yang satu dengan yang lainnya harus berbeda dan tidak boleh sama. Mirip dan masih dalam satu populasi boleh namun jangan sama persis. Karena perbedaan-perbedaan dari suatu objek penelitian inilah nantinya yang akan menjadi variabel untuk diteliti. 

Sebagai contoh, penelitian tentang mahasiswa di sekolah. Objek yang diteliti adalah mahasiswa, namun variabelnya bisa beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan apa yang akan diteliti. Contoh, usia, tingkat kecerdasan IQ, bakar yang dimiliki, cara belajar, prestasi, dan masih banyak lagi. 

D. Jenis-jenis Variabel

Variabel penelitian memiliki lingkup yang sangat luas dan beragam. Satu penelitian bahkan bisa dipengaruhi oleh berbagai kategori variabel. Agar lebih mudah memahami jenis-jenis variabel penelitian yang digunakan, maka dibagi ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:

1. Berdasarkan Hubungan Antar Variabel

Variabel yang masuk dalam kategori ini adalah variabel yang dinilai memiliki hubungan satu sama lain dengan variabel lainnya yang nantinya akan saling mempengaruhi hasil penelitian. Berikut ini beberapa di antaranya, yaitu:

  • Variabel Terikat

Sesuai namanya, variabel ini terikat dan dipengaruhi oleh adanya perubahan dari variabel lainnya. Contoh, penelitian tentang seberapa besar hubungan intensitas belajar dengan nilai mahasiswa. Variabel terikatnya adalah nilai mahasiswa karena dipengaruhi oleh rajin tidaknya mahasiswa.

  • Variabel Bebas 

Berbeda dengan variabel terikat yang dipengaruhi oleh perubahan variabel lain, maka variabel bebas adalah jenis variabel yang menjadi penyebab perubahan pada variabel lainnya. Contoh hubungan tingkat intensitas belajar mahasiswa dengan nilai, maka variabel bebasnya adalah intensitas belajar.

  • Variabel Kontrol 

Variabel jenis ini lebih bisa dikontrol dan dikendalikan oleh peneliti, namun variabel ini tetap berhubungan dan akan saling mempengaruhi variabel bebas dan variabel terikat. Contoh, penelitian hubungan antara tegangan dan kecerahan lampu. Maka variabel kontrolnya adalah tegangan. 

  • Variabel Intervening

Variabel jenis ini ikut mempengaruhi variabel bebas dan variabel terikat namun tidak bisa diukur nilainya. Contoh yang termasuk dalam variabel ini seperti pengaruh prestasi belajar siswa dengan minat belajar adalah gaya belajar siswa saat di kelas. Variabel bebasnya adalah prestasi siswa karena variabel ini menjadi fokus yang akan mempengaruhi objek lainnya. Sedangkan variabel terikatnya adalah minat belajar siswa yang dipengaruhi oleh prestasi siswa. Variabel Intervening yang tidak dapat diukur adalah gaya belajar.

  • Variabel Moderator

Variabel jenis moderator ini memiliki pengaruh baik terhadap variabel bebas maupun variabel terikat. Sebagai contoh dalam penelitian hubungan minat belajar dan prestasi siswa dengan peran guru di sekolah. Penjabarannya adalah sebagai berikut:

    • Variabel bebas : minat belajar siswa
    • Variabel terikat : prestasi siswa
    • Variabel moderator : peran guru

Dalam penelitian ini, peran guru menjadi hipotesis awal sebagai variabel yang turut mempengaruhi prestasi dan minat belajar siswa. Bagaimana cara mengajar guru di kelas akan sangat mempengaruhi tingkat kesenangan belajar pada satu mata pelajaran tertentu. 

2. Berdasarkan Sifat Variabel

Setiap variabel yang digunakan dalam sebuah penelitian, pasti memiliki sifat masing-masing yang berb dan akan mempengaruhi hasil penelitian tersebut. Berikut ini jenis-jenis variabel berdasarkan sifatnya, antara lain:

  • Variabel Statis 

Statis artinya tetap dan tidak berubah-ubah. Sehingga variabel yang memiliki sifat statis artinya tidak dapat diubah nilai, karakter, dan keadaannya. Contoh, penelitian hubungan intensitas belajar dengan nilai mahasiswa. Variabel statisnya adalah mahasiswa itu sendiri karena tidak dapat diubah.

  • Variabel Dinamis

Berbanding terbalik dengan variabel statis yang tidak dapat diubah, variabel dinamis justru dapat diubah dan karakternya tidak tetap. Dalam contoh penelitian tentang intensitas belajar dan nilai mahasiswa di atas maka yang termasuk variabel dinamis adalah nilai dan intensitas belajar mahasiswa. 

3. Berdasarkan Urgensi Faktual

Variabel penelitian juga bisa dibedakan berdasarkan urgensi faktualnya yang mencakup nilai apakah variabel tersebut dapat dilihat secara nyata atau tidak. Berikut ini jenis-jenis variabel penelitian berdasarkan urgensi faktual, di antaranya:

  • Variabel Konseptual 

Variabel konseptual artinya adalah jenis variabel penelitian yang tidak bisa dilihat secara jelas atau sesuai fakta. Sehingga variabel ini lebih ke hal-hal yang sifatnya tidak dapat diukur dengan angka seperti minat, motivasi, kinerja, bakar, semangat, dan lain sebagainya. 

  • Variabel Faktual

Variabel faktual artinya variabel ini dapat dilihat dengan jelas, nyata dan sesuai fakta, serta dapat diukur dengan angka. Sebagai contoh, usia, tegangan, jarak, panjang, gen, dan lain sebagainya. Variabel ini lebih mudah untuk diukur hasil penelitiannya karena dapat dideskripsikan dalam bentuk satuan. 

4. Berdasarkan Skala Pengukur

Setiap akan melakukan penelitian, seorang peneliti tentu membutuhkan alat untuk mengukur variabel penelitiannya. Skala untuk mengukur ini juga menjadi dasar penggolongan jenis variabel. Berikut ini jenis-jenisnya, yaitu:

  • Variabel Ordinal

Jenis variabel ordinal memiliki perbedaan, urutan, dan tingkatan tertentu namun tidak memiliki selisih yang sama. Contoh yang termasuk dalam skala pengukur ordinal adalah peringkat kejuaraan tertentu yang ditentukan berdasarkan kategori nilai dan skor yang bervariasi. 

  • Variabel Nominal

Jenis variabel nominal dapat dikelompokkan secara terpisah seperti agama, gender, wilayah, usia, tingkat pendidikan, dan lainnya. Variabel nominal nantinya akan dihubungkan dan dikaitkan dengan jenis variabel lain yang saling berhubungan untuk dijadikan objek penelitian. 

  • Variabel Interval

Variabel jenis interval sama seperti ordinal yakni memiliki tingkatan dan urutan tertentu. Hanya saja variabel interval memiliki selisih yang sama. Variabel interval ini biasanya dilambangkan dengan huruf seperti a, b, c, d, e, f, g, dan seterusnya. 

  • Variabel Rasio

Variabel rasio memiliki kemiripan dengan variabel interval karena sama-sama memiliki tingkatan dan urutan serta selisih yang sama. Perbedaannya adalah variabel interval ini dapat dibandingkan. Contoh perbandingan berat badan 30 cm adalah setengah dari berat badan 60 cm.

5. Berdasarkan Penampilan Waktu Pengukuran

Berikut ini jenis-jenis variabel berdasarkan waktu pengukurannya, yaitu:

  • Variabel Tipikalis

Variabel tipikalis tidak disertai dorongan kepada responden saat proses pengumpulan data. Contohnya seperti variabel sikap, perilaku, kepribadian, minat, dan sejenisnya.

  • Variabel Maksimalis

Variabel maksimalis adalah jenis variabel penelitian yang disertai dengan dorongan kepada responden saat proses pengumpulan data. Sebagai contoh, bakat, kreativitas, prestasi, kinerja, dan sejenisnya. 

E. Tips Menentukan Variabel Penelitian

Banyaknya jenis variabel penelitian seperti yang disebutkan di atas, terkadang mungkin cukup membuat bingung variabel jenis apa yang akan dipakai untuk penelitian. Anda bisa mengikuti beberapa tips berikut ini untuk menentukan variabel penelitian, yaitu:

1. Menentukan Masalah Utama 

Suatu penelitian didasari karena adanya suatu masalah yang ditemukan pada objek tertentu yang menimbulkan pertanyaan dan keinginan untuk menganalisanya menjadi sebuah topik. Masalah disebut juga sebagai variabel terikat. Contoh, hubungan antara belatung dan daging busuk.

2. Menentukan Faktor Permasalahan

Faktor yang menyebabkan suatu permasalahan disebut sebagai variabel bebas (independen) dan biasanya dilambangkan dengan huruf X. Faktor X ini minimal harus menggunakan 2 variabel bebas untuk nantinya diukur dan dibandingkan nilainya. 

Contoh, Pengaruh Metode Belajar Daring Terhadap Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar. Variabel X pada judul penelitian tersebut adalah metode belajar daring. Sedangkan variabel terikat atau faktor Y-nya adalah minat belajar siswa. 

3. Menyiapkan Teori Penelitian

Sebelum eksperimen dimulai, maka peneliti harus mendasari penelitian yang akan dilakukan dengan teori-teori yang berhubungan dengan konsep yang diambil. Teori penelitian bisa diambil dari pakar atau ahli di bidang tertentu. Setidaknya harus ada 10 teori yang digunakan dalam penelitian. 

F. Korelasi Variabel Penelitian

Korelasi artinya adalah hubungan antar variabel dalam sebuah penelitian yang dijadikan objek untuk diperhatikan dan analisa. Di dalam sebuah penelitian, terdapat beberapa jenis korelasi antar variabel yang digunakan. Apa saja itu?

1. Korelasi Timbal Balik

Korelasi jenis ini memiliki hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara variabel yang satu dengan variabel lainnya. Contoh korelasi timbal balik ini bisa dilihat pada penelitian dengan judul Hubungan Minat Belajar dengan Tingkat Prestasi Siswa di Sekolah. 

Minat belajar yang dimiliki seorang anak akan membuat lebih semangat dalam belajar dan menuntut ilmu. Mereka cenderung akan belajar dengan lebih giat karena memang memiliki kesenangan untuk melakukan kegiatan tersebut. Dalam hal ini minat belajar nantinya akan mempengaruhi prestasi siswa.

2. Korelasi Simetris

Tidak semua variabel penelitian yang berhubungan memiliki korelasi antara satu dengan yang lainnya. Korelasi variabel yang tetap berdiri sendiri dan masing-masing variabel bersifat mandiri meskipun memiliki hubungan antar variabel disebut dengan korelasi simetris. 

Antar variabel penelitian dalam korelasi jenis ini tidak akan saling mempengaruhi maupun dipengaruhi dari sama lain. Contoh, hubungan antara usia dan jenis kelamin. Meskipun kedua variabel tersebut dijadikan objek penelitian atas suatu topik tertentu, namun keduanya tidak saling berpengaruh. 

3. Korelasi Asimetris

Korelasi jenis asimetris ini memiliki hubungan yang mana satu variabel dapat mempengaruhi variabel lainnya. Satu variabel yang dapat mempengaruhi variabel lain ini memiliki peran krusial dan menjadi inti utama dari objek penelitian yang akan difokuskan. 

Sebagai contoh, pengaruh narkoba terhadap kesehatan pemakainya. Seperti diketahui bahwa obat-obatan narkoba merupakan obat terlarang yang dapat mempengaruhi variabel lain seperti kesehatan, psikosomatik, mental, otak, dan lainnya. 

Variabel penelitian memiliki peran krusial dalam sebuah penelitian karena tanpa variabel maka sebuah penelitian tidak bisa lanjut untuk dikerjakan. Variabel ini menjadi penentu atas hasil penelitian nantinya. 

0 Response to "Jenis-jenis Variabel Penelitian yang Perlu Anda Ketahui"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel