Penelitian Kuantitatif - Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya

Penelitian kuantitatif menjadi salah satu dari cara untuk melakukan penelitian lapangan. Penelitian jenis ini dapat menghasilkan pengukuran yang objektif dan real. Dengan begitu, hasilnya juga akan sesuai dengan keadaan sebenarnya di tempat kejadian tersebut.

A. Pengertian Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah cara penelitian yang lebih fokus kepada metode ukur secara objektif dalam fenomena sosial. Agar dapat melakukannya, maka harus dilebarkan ke dalam berbagai macam bentuk masalah, variabel, dan juga indikatornya. Beberapa Pengertian menurut para ahli.

1. Nana Sudjana dan Ibrahim (2001)

Penelitian kuantitatif merupakan sebuah penelitian yang berdasarkan kepada asumsi, setelah itu melakukan penentuan terhadap variabelnya. Kemudian melakukan penganalisaan dengan memakai metode penelitian valid.

Di dalamnya sangat diperlukan hal-hal tersebut supaya bisa semakin membuatnya lebih baik lagi. Terutama dalam hal penelitian kuantitatif. Semua hal harus diupayakan dibuat dengan maksimal dan semakin terpercaya segala kualitasnya.

2. Kusiram (2009)

Penelitian kuantitatif merupakan sebuah metode penelitian yang memakai proses data berupa angka-angka. Ini sebagai alat untuk dapat melakukan penganalisaan dan pengkajian penelitian. Terutama dalam hal apa yang harus diteliti sebelumnya.

Semuanya harus dipikirkan dengan matang, supaya dapat berjalan dengan baik dan serasi. Dengan begitu, hasil yang didapat juga akan lebih memuaskan. Bahkan bisa juga lebih dari ekspektasi dan dugaan sementara dalam pikiran peneliti.

3. Sugiyono (2011)

Metode penelitian kuantitatif merupakan sebuah cara meneliti dan berdasarkan pada filsafat positivisme. Ini bisa dipakai untuk melakukan penelitian terhadap sampel dan juga populasi penelitian. Cara untuk mengambil sampel biasanya dilakukan dengan cara pengecekkan atau random sampling.

Untuk pengumpulan data biasanya menggunakan cara dengan memakai instrumen penelitian. Kemudian melakukan penganalisisan data yang dipakai memiliki sifat kuantitatif dan bisa dilakukan pengukuran. Agar dapat diuji hipotesis yang sudah dibuat sebelum penelitian dilakukan tersebut.

B. Tujuan Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif memiliki tujuan agar dapat melakukan penuntutan terhadap hubungan antar variabel dalam sebuah populasi tertentu. Terdapat perbedaan dalam tujuan penelitian kuantitatif deskriptif dan juga eksperimental. Tetapi, keduanya juga masih memiliki sedikit titik persamaan.

Penelitian kuantitatif deskriptif memiliki tujuan untuk menemukan hubungan antara variabel yang hanya bisa terjadi satu kali saja. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif eksperimental memiliki tujuan untuk melakukan pengukuran terdapat hubungan variabel sebelum dan sesudah melihat sebab-akibat.

C. Ciri-Ciri Penelitian Kuantitatif

Terdapat beberapa macam ciri penelitian kuantitatif yang ada dalam dunia peneliti. Semuanya memiliki fungsi dan juga tugas masing-masing dan bisa saja didapatkan dengan cara-cara tertentu. Berikut adalah berbagai penjelasannya:

1. Menggunakan Pola Pikir deduktif

Ciri atau karakteristik pertama dalam penelitian kuantitatif adalah menggunakan pola pikir deduktif. Pola ini berusaha untuk dapat memiliki pemahaman terhadap sebuah fenomena dengan menggunakan konsep-konsep umum. Supaya bisa menjelaskan fenomena yang memiliki sifat khusus.

Memakai pola pikir deduktif, artinya Anda harus memiliki berbagai macam hal yang bisa dibuat dan dibentuk sedemikian rupa. Kemudian juga membuatnya lebih mudah untuk dipahami oleh para pembaca dan peneliti lainnya. Dengan begitu, semuanya dapat dibuat dengan sejelas-jelasnya.

2. Menggunakan Logika Positivisme

Berikutnya yakni menggunakan logika positivisme. Kemudian juga melakukan penghindaran terhadap hal-hal yang memiliki sifat subjektif. Semuanya perlu untuk diwaspadai dan dibuat dengan baik sedemikian rupa.

Supaya dapat menghasilkan penelitian sebaik mungkin. Dengan begitu, tidak akan mengecewakan pihak pembaca yang ikut mengamati tulisan-tulisan dan penelitian di atas dengan baik dan tepat. Semua orang juga bisa merasakan manfaatnya sedikit demi sedikit.

3. Menyusun Ilmu Nomotetik

Tujuan dari penelitian kuantitatif yakni untuk bisa melakukan penyusunan terhadap ilmu-ilmu nomotetik. Ini adalah ilmu yang berusaha untuk dapat membuat hukum-hukum dari generalisasinya dengan baik. Dengan begitu, akan dapat tercipta juga sesuai dengan keinginan peneliti.

Tujuan ini sangat penting dan memang diperlukan posisinya untuk bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat. Tentunya juga bisa memberikan berbagai macam keberhasilan di dalamnya. Karena semuanya juga membutuhkan penanganan yang semakin baik juga.

4. Sesuai dengan Rancangan Sebelumnya

Hal berikutnya yakni memastikan bahwa subjek yang akan diteliti oleh para peneliti, kemudian data-data yang telah terkumpul dan juga sumber-sumber data. Termasuk juga alat pengumpul data yang dipakai sesuai dengan rancangan sebelumnya.

Ini sangat penting untuk dicek dan dipastikan, yaitu supaya bisa memberikan hasil dan juga penelitian yang sesuai dan sistematis seperti rancangan-rancangan yang telah dibuat dan disetujui sebelumnya. Alasannya, setiap akan melakukan penelitian pasti sudah ada beberapa kerangka untuk menelitinya.

5. Menggunakan Alat Objektif dan Baku

Berikutnya yakni berbagai macam pengumpulan data dibuat dengan menggunakan pengukuran dengan memakai alat-alat objektif dan baku. Supaya dapat diketahui berbagai macam kebutuhan dan juga kesesuaian dalam penggunaannya. Karena semua juga memerlukan beberapa takaran.

Dengan menggunakan alat objektif dan baku, maka hasil penelitian juga akan lebih terpercaya dan sesuai dengan ekspektasi. Minimal tidak mengecewakan peneliti yang sudah bekerja keras dalam melaksanakannya. Supaya dapat selesai dengan baik.

6. Peneliti Memisahkan Diri dari Objek Penelitian

Selanjutnya yakni peneliti harus menempatkan dirinya secara sendiri dengan objek penelitiannya tersebut. Dalam artian, peneliti tidak boleh melibatkan dirinya secara emosional dengan subjek penelitiannya tersebut. Apapun kepentingan dan juga wewenang yang dimilikinya.

Ini tentu saja memiliki perbedaan yang cukup signifikan daripada penelitian kuantitatif. Dalam jenis ini analisis penelitian diberikan sepenuhnya kepada para penulisnya. Dengan begitu, semuanya sudah terkonsep dengan benar dan sesuai dengan kebutuhannya.

7. Peneliti Memahami Teknik-Teknik Statistik

Dalam melakukan penganalisisan data, peneliti harus bisa memahami mengenai teknik-teknik statistika dan bisa menganalisa data-data tersebut. Segera setelah data yang diperlukan dalam penelitian tersebut terkumpul.

Jika semua data sudah terkumpul dan tersaji dengan baik, maka cara selanjutnya yakni melakukan penganalisaan dengan hati-hati. Termasuk juga memperhatikan berbagai macam keperluan dan kebutuhannya. Supaya dapat tersaji dengan baik dan benar dan tidak menimbulkan hal tak diinginkan.

8. Mengikuti Prosedur yang Direncanakan

Dalam melakukan proses-proses penelitian kuantitatif, maka semua orang harus mau untuk melakukan prosedur-prosedur terencana. Kemudian juga melibatkan angka-angka dan kuantifikasi data didalamnya. Hal tersebut akan sangat membantu dalam proses-prosesnya.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut dengan baik, maka akan bisa didapat berbagai macam manfaat. Termasuk juga kesesuaian dengan prosedur yang telah direncanakan sebelumnya. Supaya bisa diperoleh hasil yang maksimal juga di dalamnya.

9. Hasil Penelitian Bersifat Generalisasi dan Prediksi

Selanjutnya yakni hasil penelitian dalam hal ini memiliki sifat generalisasi dan juga prediksi. Terlepas dari kontek waktu dan juga situasi. Maka artinya pasti memiliki fakta-fakta dan juga hasil dari penelitian yang juga tidak terfokus kepada waktu dan juga situasi yang ada didalamnya tersebut.

D. Jenis-Jenis Penelitian Kuantitatif

Terdapat banyak macam jenis penelitian kuantitatif yang bisa digunakan. Berdasarkan penuturan para ahli dalam penelitian kuantitatif, ada beberapa cara untuk dapat dipakai dalam melakukan hal ini. Berikut adalah beberapa uraian dan penjelasannya.

1. Metode Deskriptif

Menurut Whitney (1960), menjelaskan bahwa metode deskriptif menjadi sebuah pencarian fakta dengan memakai interpretasi yang benar dan sesuai. Jenis penelitian satu ini mempelajari mengenai masalah-masalah yang terdapat pada masyarakat.

Termasuk uga metode yang dipakai masyarakat ketika menghadapi situasi-situasi tertentu dalam kehidupan mereka. Penelitian deskriptif memberikan gambaran mengenai suatu objek dan juga subjek yang tengah diteliti tanpa melibatkan rekayasa didalamnya.

2. Metode Komparatif

Metode komparatif menjadi sebuah metode yang kerap kali dipakai pada jenis penelitian yang berfokus pada perbedaan variabel dalam suatu bidang penelitian. Dalam jenis penelitian satu ini, tidak akan terjadi manipulasi dari pihak penulis.

Bahkan akan benar-benar dipastikan data akurat dan tepat. Penelitian komparatif dilakukan dengan senatural mungkin. Caranya yakni dengan mengumpulkan data-data dengan suatu perintah. Hasil data tersebut bisa dianalisis secara statistic agar dapat ditemukan perbedaan variabel dalam penelitian itu.

3. Metode Korelasi

Metode korelasi menjadi sebuah langkah penelitian yang dibuat untuk dapat melakukan penggambaran mengenai dua atau lebih fakta. Termasuk didalamnya sifat-sifat objek yang tengah diobservasi tersebut dengan benar dan tepat.

Jenis penelitian satu ini dibuat untuk dapat melakukan perbandingan antar persamaan dan juga perbedaan atau termasuk juga fakta. Hal ini berdasarkan kepada kerangka pemikiran yang sudah ada. Dengan begitu, hasilnya bisa terlihat dengan jelas nantinya.

4. Metode Survei

Menurut Zikmund (1997), metode survei adalah sebuah metode dalam penelitian dengan melakukan pengumpulan informasi-informasi dari beberapa sampel yang ada di lapangan. Menurut Gay dan Diehl (1992), metode survei merupakan sebuah metode dengan penelitian langsung.

Menggunakan kuesioner dan juga wawancara di lapangan. Menurut Bailey (1982), metode survei merupakan sebuah cara penelitian yang memiliki teknik mengambil keputusan. Dengan menggunakan data pertanyaan dan dibuat secara tertulis atau juga lisan.

5. Metode Ex Post Facto

Jenis metode ex post facto digunakan untuk meneliti mengenai hubungan antara sebab dan juga akibat. Ini bisa dimanipulasi oleh para penulisnya dengan sangat bagus dan tepat tentunya. Hal ini tentu saja akan semakin menambah kerumitan dalam pemecahan masalah tersebut.

Hubungan sebab dan akibat yang berdasarkan kepada kejian teoritis. Ini semua bisa terjadi jika sebuah variabel tertentu bisa membawa pengaruh pada variabel tertentu lainnya. Bahkan hingga sampai membawa dampak besar bagi variabel di pihak lain.

6. Metode True Experiment

Metode true experiment dapat melakukan pengontrolan terhadap banyak variabel luar yang ada. Bahkan bisa membawa pengaruh pada berjalannya sebuah penelitian. Dengan menggunakan cara satu ini, semuanya akan menjadi lebih mudah.

Metode satu ini memiliki ciri-ciri utama, yakni sampel yang dipakai untuk melakukan penelitian yakni bisa diambil dengan cara pengacakan dari populasi-populasi tertentu. Jadi, Anda tidak harus menggunakan satu jenis spesies saja dalam melakukan observasi itu.

7. Metode Quasi Experiment

Metode quasi experiment membuat desain dan juga rancangan-rancangan. Memiliki kelompok kontrol tertentu yang bisa membantu dalam proses penelitian. Namun, tidak bisa berfungsi secara penuh karena dalam pengontrolan variabel luar masih memiliki pengaruh pelaksanaan eksperimen.

Semua hal tersebut memang sangat bermanfaat di dalam metode quasi experiment. Ini akan sangat berdampak di dalam meningkatkan kinerja dan juga pengembangan penelitian-penelitian itu. Karena di untuk melakukannya, tentu diperlukan banyak pertimbangan.

8. Metode Subjek Tunggal

Metode Subjek Tunggal atau juga banyak orang sebut sebagai single subject experimental. Ini adalah hal yang biasa dilakukan terhadap subjek dengan jumlah tunggal saja. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil tunggal juga. Dengan begitu juga semuanya bisa dikerjakan.

Dengan menggunakan cara-cara tersebut akan dapat memberikan Anda hasil yang lebih maksimal dan tertata. Ini juga bisa memberikan banyak hal positif kepada para peneliti dan menghasilkan tulisan lebih baik lagi dari sebelumnya.

9. Survei Cross-Sectional

Survei cross sectional merupakan survei observasi yang dibuat dalam sebuah situasi ketika penelitinya memiliki maksud untuk melakukan pengumpulan data-data. Data tersebut diperoleh dari sampel dan juga populasi target pada titik waktu khusus, Ini akan menjadi patokan untuk peneliti tersebut.

Peneliti bisa melakukan pengevaluasian dengan menggunakan banyak variabel pada waktu khusus. Data yang dipakai dalam jenis penelitian ini adalah menggunakan orang-orang yang menggambarkan keberagaman di berbagai variabel. Kecuali yang menjadi pertimbangan dalam penelitian tersebut.

10. Survei Longitudinal

Survei longitudinal menjadi sebuah survei observasi, namun tidak seperti survei sebelumnya, jenis ini dapat dilakukan di berbagai macam durasi waktu. Khususnya untuk melakukan pengamatan dan perubahan dalam perilaku responden dan juga proses berpikir.

Lama periode waktu tersebut bisa saja berhari-hari atau mungkin berbulan-bulan. Bahkan bisa saja bertahun-tahun lamanya atau bisa juga hingga berpuluh-puluh tahun juga. Semuanya tergantung dengan kinerja dan juga hasil dari penelitian tersebut.

11. Penelitian Korelasi

Penelitian korelasi dilakukan untuk bisa membangun hubungan antara dua buah entitas. Keduanya memiliki hubungan yang cukup erat dan bisa berdampak satu sama lain. Bahkan juga bisa memberikan perubahan untuk diamati oleh para peneliti.

Penelitian satu ini dibuat untuk dapat memberikan nilai pada hubungan yang sedang terjadi dengan proses alamiah. Menggunakan minimal dua jenis kelompok yang berbeda. Hal ini harus bisa dipastikan keberhasilannya dalam menghubungkan dua variabel tersebut.

12. Penelitian Kausal-Komparatif

Metode penelitian kausal-komparatif bergantung kepada faktor perbandingannya. Penelitian ini juga bisa disebut sebagai penelitian eksperimental semu. Digunakan oleh para peneliti untuk membuat sebuah kesimpulan. Khususnya mengenai persamaan sebab dan akibat dua atau lebih variabel.

Variabel ataupun kelompok ini dibuat dengan pengaturan alami. Variabel dependen dan independen akan selalu muncul dalam sebuah kelompok. Metode komparatif tidak memiliki batas pada analisis dan juga statistic dari dua variabel saja, namun juga semakin mengalami pengembangan.

13. Penelitian Eksperimental

Penelitian eksperimental disebut juga sebagai eksperimen sejati. Metode penelitian satu ini tergantung kepada teori yang dilakukan dalam pengujiannya. Seperti sebutannya, ini berdasarkan kepada satu atau lebih sebuah teori yang pembuktiannya di masa lalu dan menjadi sebuah anggapan saja.

Analisis dilakukan untuk bisa memberikan pembuktian atau pembantahan mengenai sebuah pernyataan. Biasanya metode ini dipakai dalam ilmu alam atau hal-hal lainnya yang berhubungan dengan dunia sains. Teori ini bisa diverifikasi ataupun disangkal oleh para peneliti yang lain.

14. Penelitian Tindakan (Action Research)

Jenis penelitian yang terakhir ini adalah penelitian tindakan atau bisa juga disebut sebagai action research. Merupakan sebuah bentuk penelitian refleksi diri dengan menggunakan tindakan nyata dalam situasi-situasi tertentu. Tujuannya yakni untuk memperbaiki proses dan juga pemahaman pribadi.

Penelitian ini dibuat dengan berbagai macam tindakan ilmiah dengan menggunakan cara-cara atau konsep penelitian ilmiah. Dengan melibatkan beberapa kelompok partisipan juga di dalamnya. Hal ini menimbulkan kolaborasi yang ada dalam metode satu ini.

E. Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kuantitatif

Kelebihan memakai penelitian kuantitatif adalah peneliti memiliki modal untuk mendapatkan objektivitas dalam hasil penelitiannya. Kemudian bisa melakukan pengaplikasian terhadap angka rata-rata. Dengan begitu bisa disesuaikan dengan kondisi ataupun keadaan yang ada.

Untuk kelemahannya sendiri adalah kurang lengkap dalam hal penelitiannya. Kemudian bisa terjadi bias jika penelitian hanya berada dalam permasalahan-permasalahan tertentu saja. Hasilnya juga masih kurang detail dan tidak terlalu fokus dalam penganalisaan datanya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai pengertian, tujuan, ciri, jenis, kekurangan dan juga kelebihan dari penelitian kuantitatif. Terdapat banyak hal yang bisa dipelajari dan didapatkan dari metode satu ini. Semuanya akan sangat bermanfaat dan berguna untuk semua orang.

0 Response to "Penelitian Kuantitatif - Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel