Jenis-jenis dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian

Penelitian tidak dapat dilanjutkan jika tidak ada data yang akan diteliti. Data adalah komponen penting yang harus ada untuk mendukung suatu eksperimen bisa berjalan. Pengumpulan data penelitian harus sesuai dengan ide dan konsep yang akan diteliti. Bagaimana prosesnya?

Pentingnya Data Penelitian

Pengertian dari penelitian itu sendiri adalah proses penyelidikan dan analisa sesuatu secara sistematis untuk menyediakan hasil informasi sebagai bentu penyelesaian masalah yang diteliti. Mengingat prosesnya sistematis, maka harus mengikuti metode penelitian yang terstruktur. 

Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data demi tujuan tertentu. Cara yang digunakan dalam melakukan metode penelitian harus didasari dengan ciri-ciri keilmuan yang sistematis, empiris, dan rasional. Dalam sebuah metode, harus ada data yang diteliti.

Mengapa data penelitian itu penting? Ibarat resep masakan, maka data adalah bahan-bahan yang akan dioleh dalam penelitian tersebut. Tanpa adanya data maka tidak ada bahan yang bisa diteliti dan masalah yang akan diteliti pun tidak bisa diproses lebih lanjut. 

A. Pengertian Metode Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data yang akan digunakan untuk penelitian, maka tidak bisa sembarang. Harus ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar data yang akan diteliti memiliki korelasi dengan ide, konsep, dan masalah penelitian yang ditemukan. 

Secara harfiah, pengertian dari metode pengumpulan data adalah cara-cara atau teknik yang dilakukan oleh seorang peneliti untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan objek dan variabel penelitian. Data yang baik harus memiliki reliabilitas dan validasi yang baik pula. 

Selain itu, data yang dikumpulkan untuk penelitian harus menjadi pendukung terhadap kebenaran konsep tertentu yang akan diteliti. Itulah mengapa keberadaan instrumen data penelitian sangat krusial karena saling terintegrasi dengan variabel penelitian lainnya. 

B. Proses Pengumpulan Data

Peneliti harus mengetahui cara-cara pengumpulan data yang tepat agar bisa mendapatkan hasil eksperimen yang maksimal untuk mendukung hipotesis yang telah dibuatnya. Proses pengumpulan data sendiri harus dilakukan secara sistematis dan terstruktur urut dengan tahapan yang sesuai. 

1. Melakukan Peninjauan Literatur dan Konsultasi dengan Ahli

Sebelum mengumpulkan data yang akan digunakan untuk penelitian, peneliti harus mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan masalah penelitian tersebut. Anda bisa mendapatkan informasi tersebut dengan meninjau literatur yang relevan atau konsultasi dengan para ahli di bidangnya. 

Sebelum data tersebut diolah, peneliti harus benar-benar memahami isu penelitian, variabel, dan konsep yang akan diangkat. Anda bisa menggunakan metode yang sama dengan apa yang digunakan peneliti pada masa lalu atau memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan penelitian. 

2. Melakukan Pendekatan Kepada Masyarakat

Objek penelitian tidak hanya berupa benda atau zat tertentu yang secara ilmiah akan diteliti di laboratorium. Penelitian juga bisa berkaitan dengan hal-hal sosial, psikologi, hukum, politik, dan lainnya yang tak jarang harus melibatkan masyarakat tertentu untuk pengambilan data. 

Jika Anda akan meneliti suatu konsep dan objek yang berhubungan dengan masyarakat, maka lakukan pendekatan kepada masyarakat yang bersangkutan agar dapat diterima dengan baik. Pendekatan bisa dimulai melalui para tokoh yang bersangkutan, lalu merembet ke individu. 

3. Membina Hubungan yang Baik dengan Responden

Jika penelitian yang dilakukan adalah untuk benda mati atau zat tertentu, maka tidak perlu melakukan tahapan ini. Proses menjalin hubungan yang baik dengan responden yang bersangkutan hanya perlu dilakukan jika penelitian berhubungan dengan objek manusia secara langsung. 

Bersikaplah ramah dan terbuka kepada responden agar mereka tidak sungkan untuk memberikan jawaban atas wawancara atau questioner yang diberikan. Anda bisa mempelajari pelan-pelan kebiasaan, cara berpikir, sikap, perilaku, bahasa, dan lain sebagainya dari para responde. 

4. Melakukan Uji Coba Penelitian atau Pilot Study

Untuk mendapatkan pengumpulan data yang akurat dan sesuai dengan konsep masalah yang akan diteliti, tidak serta merta bisa berhasil dalam satu kali proses. Tak jarang ada yang harus mengganti responden atau objek penelitian sampai menemukan yang tepat dalam pengujian sample. 

Anda bisa melakukan uji coba instrumen penelitian terlebih dahulu kepada sekelompok masyarakat tertentu yang bukan bagian dari sample namun masih termasuk dalam populasi. Uji coba ini perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat komunikasi dan pemahaman masyarakat tersebut. 

5. Menyusun dan Merumuskan Pertanyaan (Questioner)

Setelah mendapatkan hasil dari responden dalam uji coba penelitian tersebut, maka segera susun isntrumen penelitian dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan tujuan penelitian. Pertanyaan harus berhubungan dan berkorelasi dengan objek dan topik yang angkat diangkat. 

Peneliti harus merumuskan pertanyaan sedemikian rupa agar pertanyaan tersebut mengandung makna yang substantif dan signifikan sesuai kebutuhan penelitian. Jangan membuat pertanyaan yang melenceng jauh dari topik yang akan diteliti karena hal tersebut hanya akan membuang-buang waktu. 

6. Memberi Kode dan Mencatat (Coding dan Recording)

Hasil dari rumusan pertanyaan tersebut jangan dibiarkan begitu saja dan catat dengan detail data apa saya yang nantinya akan dibutuhkan setiap responden. Dengan mencatat data dan pertanyaan sesuai kebutuhan konsumen maka proses analisis dan penelitian akan lebih mudah dilakukan.

7. Melakukan Pengecekan Ulang, Validasi, dan Reliabilitas

Cross checking atau pengecekan ulang perlu dilakukan secara detail dan teliti untuk menghindari adanya kesalahan atau kekurangan instrumen penelitian yang dibutuhkan. Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian tersebut juga penting untuk dilakukan dengan tujuan yang sama. 

8. Menulis Ulang Kode Data dan Pengorganisasian

Setelah mendapatkan instrumen penelitian secara lengkap, maka langkah selanjutnya adalah mengkode ulang data yang telah terkumpul tersebut untuk dianalisa. Agar lebih mudah prosesnya, maka lebih baik data tersebut diorganisasikan dan dikelompokkan menurut kategori tertentu. 

C. Teknik Pengumpulan Data

Tidak semua teknik pengumpulan data bisa diterapkan ke semua jenis penelitian. Peneliti harus memilih teknik dan metode pengumpulan data apa saja yang paling tepat untuk mendapatkan data yang valid dan reliable sesuai kebutuhan penelitian. Berikut ini beberapa teknik yang perlu diketahui:

  1. Pengamatan (Observasi)
  2. Metode Kuesioner atau Angket
  3. Wawancara (Interview)
  4. Dokumen
Berikut ini, penjelasan mengenai empat teknik diatas:

1. Pengamatan (Obeservasi)

Melakukan pengamatan atau observasi adalah langkah dasar dari semua ilmu pengetahuan dan proses penelitian terhadap suatu masalah. Data yang digunakan oleh peneliti atau ilmuwah adalah berdasarkan data atau opini di dunia nyata yang didapatkan melalui proses observasi. 

Dengan melakukan pengamatan, peneliti akan belajar mengenai perilaku, makna perilaku, sifat, perilaku, dan karakter dari objek yang akan diteliti. Dalam menemukan masalah penelitian pun peneliti pasti akan melalui proses observasi terlebih dahulu yang kemudian dipikirkan solusinya. 

a. Participant Observation (Observasi Partisipatif)

Salah satu jenis teknik pengamatan yang perlu dilakukan adalah observasi partisipatif yang mempunyai pengertian sebagai strategi penelitian untuk mendapatkan data yang lengkap. Prosesnya dengan melakukan pendekatan yang mendalam terhadap objek yang diteliti. 

Peneliti harus menentukan tujuan dari eksperimen yang dilakukan dan memposisikan diri sebagai bagian dari objek yang akan diteliti tersebut. Sehingga peneliti akan lebih memahami saat mengamati apa yang dilakukan orang, mendengarkan yang diucapkan, dan berpartisipasi dalam setiap aktivitas.

  • Peran serta lengkap, artinya pengamat harus menjadi anggota penuh dari yang diamati dan ikut merasakan apa yang dialami objek penelitian untuk memperoleh data yang lengkap. 
  • Pengamat penuh, artinya pengamat memiliki kedudukan yang terpisah dengan apa yang diamati sehingga informasi diteruskan satu arah dan subjek tidak merasa diamati. 
  • Peran serta sebagai pengamat, artinya peneliti harus berperan sebagai pengamat dan statusnya sebagai anggota tidak melebur secara psikis maupun fisik. 
  • Pengamat sebagap pemeran serta, artinya peneliti memiliki peran sebagai pengamat yang ikut melakukan hal yang dilakukan narasumber yang diamati

b. Observasi Tersamar atau Terus Terang

Penelitian kualitatif dilakukan dengan tujuan untuk menemukan dan mengungkap fakta tertentu di lapangan secara alamiah tanpa ada setting. Dalam melakukan jenis penelitian ini, maka peneliti harus cermat dalam menentukan teknik penumpulan data di lapangan dari para narasumber. 

Peneliti harus melakukan pengumpulan data dengan berterus terang kepada sumber data atau masyarakat yang akan menjadi respondennya. Secara bersamaan tidak semua proses yang dilakukan harus diketahui oleh semua orang dan sifatnya tersamar atau tidak terus terang. 

c. Observasi yang Tidak Terstruktur

Fokus penelitian pada jenis kualitatif sebenarnya belum begitu jelas dan masih meraba-raba apa sebenarnya masalah yang akan difokuskan sebagai perhatian utama. Prosesnya pun menjadi tidak terstruktur karena variabel yang didapatkan bisa mengalami pengembangan sewaktu-waktu. 

Observasi jenis ini tidak dipersiapkan secara otomatis seperti halnya jenis pengamatan yang terstruktur. Tak jarang peneliti akan menemukan hal terduga yang tiba-tiba bisa menjadi variabel dan data penelitiannya setelah mengamati dan berjibaku di lapangan. 

2. Metode Kuesioner atau Angket

Sesuai namanya, metode pengumpulan data dengan questioner dilakukan dengan menyebarkan angket yang berisi pertanyaan kepada responden untuk diisi oleh mereka. Ada dua teknik questioner berdasarkan cara menyusun pertanyaan, yaitu:

a. Opene and Items (Kuesioner Terbuka)

Pertanyaan-pertanyaan yang dituliskan dalam jenis kuesinoer ini tidak disediakan dalam bentuk jawaban opsi atau pilihan. Responden bisa dengan bebas dan terbuka menjawab setiap pertanyaan sesuai dengan pendapat dan pengetahuan yang mereka miliki. 

Kuesioner jeni ini lebih mudah dalam menyusun pertanyaan dan responden pun akan lebih terbuka dalam mencurahkan isi hati dan pemikiran. Sayangnya, peneliti akan kesulitan dalam mengolah dan mengelompokkan jawaban yang didapat dan bakal memakan waktu yang lama untuk mengolahnya. 

b. Closed and Items

Kuesioner jenis ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang telah tersedia jawaban pilihan baik dalam pilihan huruf maupun angka. Responden hanya cukup memilih salah satu atau beberapa opsi pilihan yang telah disediakan dalam kuesioner. Peneliti akan lebih mudah dalam mengolah jawaban

Selain itu, kelebihan lain dari jenis kuesioner ini adalah waktu yagn dimanfaatkan untuk mengolah jawaban menjadi lebih singkat dan bahkan bisa memanfaatkan bantuan enumerator. Sayangnya, responden tidak bisa lebih terbukan karena kebebasan mereka dalam menjawab dibatasi. 

3. Wawancara (Interview)

Wawancara atau interview merupakan salah satu teknik pengumpulan data penelitian yang mempertemukan langsung antara peneliti dengan orang yang akan diteliti. Peneliti akan melakukan tanya jawab secara tatap muka langsung denga orang yang diwawancarai untuk mendapat informasi. 

Selain jawaban yang dilontarkan oleh orang yang diwawancarai, melihat dan mendengarkan secara langsung serta mengamati tingkah laku mereka merupakan bagian dari integral akun responden. Jenis wawancara terdiri dari semiterstruktur, terstruktur, dan tak berstruktur. 

a. Langkah-langkah Wawancara

  • Menentukan siapa responden yang akan diwawancarai
  • Menentukan pokok bahasan masalah yang akan menjadi bahan tanya jawab wawancara
  • Membuka alur wawancara
  • Mengkonfirmasikan kembali kepaa responden tentang hasil wawancara agar tidak timbul beda persepsi
  • Mencatat hasil laporan wawancara
  • Menindaklanjuti dan menganalisa hasil wawancara yang diperoleh

b. Isi Wawancara

  • Pengalaman yang pernah dialami oleh responden
  • Pandangan, pendapat, dan perkiraan responden terhadap satu topik tertentu yang ditanyakan
  • Respon emosional, perasaan-perasaan yang timbul seperti cemas, senang, takut, curiga, sedih, dan lainnya selama wawancara
  • Fakta dan pengetahuan yang diketahui oleh responden
  • Penginderaan dari apa yang didengar, dilihat, dicium, dikecap, dan diraba yang kemudian dideskripsikan secara detail
  • Latar belakang responden baik pendidikan, daerah asal, pekerjaan, tempat tingga, usia, dan lain sebagainya

c. Alat-alat Wawancara

  • Buku catatan untuk mencatat semua hasil pembicaraan bisa menggunakan buku, smartphone, atau langsung diketik di laptop
  • Tape recorder untuk merekap semua percakapan namun harus dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada responden apakah mereka bersedia atau tidak
  • Kamera untuk memotret proses wawancara sebagai bukti keabsahan penelitian

4. Dokumen

Dokumen yang digunakan sebagai pengumpulan data penelitian bisa berbentuk tulisan, karya monumental, atau gambar. Dokumen ini merupakan bukti catatan dari peristiwa yang telah lalu seperti catatan harian, cerita, sejarah kehidupan, biografi, kebijakan, peraturan, dan lainnya. 

Dokumen juga bisa berbentuk gambar, foto, film, sketsa, maupun video yang disimpan di dalam CD maupun VCD. Sedangkan dokumen yang berbentuk karya bisa berupa karya seni, karya tulisan, patung, karya lukis, prasasti, dan lain sebagainya. 

Prinsip-prinsip Pengumpulan Data

Mengingat penelitian merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara terstruktur dan sistemats, maka ada prinsip-prinsip pengumpulan data yang harus diperhatikan. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Data yang dikumpulkan harus sesuai dengan kondisi objek penelitian tanpa adanya manipulasi, rekaan, dan perkiraan
  2. Instrumen penelitian atau alat pengumpul data yang digunakan harus relevan dengan tujuan penelitian
  3. Penelitian kuantitatif harus melalui analisis uji coba isntrumen terlebih dahulu untuk menganalisa sisi validitas dan reliabilitas
  4. Penelitian kualitatif sangat dipengaruhi oleh keterampilan peneliti saat mengumpulkan data di lapangan untuk mendapatkan keabsahan data
  5. Sampel penelitian dan subyek penelitian harus relevan dengan apa yang akan diteliti serta mereka bersedia saat dihubungi oleh pihak-pihak yang akan melakukan penelitian
  6. Menganut prinsip kerahasiaan untuk menjaga privasi responden
  7. Memperhatikan isu etis saat mengumpulkan data seperti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar, mencampuri urusan pribadi, menjaga kehormatan responden, dan lain sebagainya

Prinsip-prinsip dalam pengumpulan data penelitian tersebut harus dilakukan sesuai dengan kaidah dan kesepakatan dengan responden. Tidak semua responden bersedia secara terbuka memberikan jawabannya karena khawatir akan privasi yang nanti terganggu, dan lainnya. 

Untuk mengantisipasinya, Anda bisa melakukan pendekatan secara baik-baik kepada para responden hingga mereka merasa nyaman untuk melakukan wawancara dan lainnya. Anda pun akan mendapatkan keuntungan berupa data yang diperoleh lebih akurat dan aktual. 

Metode pengumpulan data penelitian di atas bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan penelitian yang akan dilakukan. Rumuskan konsep penelitian dengan sebaik mungkin agar nantinya bisa menemukan teknik pengumpulan data yang paling tepat.

0 Response to "Jenis-jenis dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel