Inilah Struktur, Ciri-ciri dan Tujuan Membuat Essai

Essai adalah karya tulis yang bersifat subjektif. Di dalam essai penulis dapat mengeluarkan opini atau argumen secara logis. Argumen atau opini penulis tersebut tidak hanya mudah pembaca pahami, namun penulis juga menyertakan beberapa data dan fakta untuk mendukung argumen yang mereka tuliskan. Oleh sebab itu, tulisan essai jauh dari kesan fiktif atau imajinatif. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai apa saja struktur, ciri-ciri dan juga tujuan essai tersebut.

Struktur, Ciri-ciri, dan Tujuan Membuat Essai

Struktur Essai

Sama seperti seperti karangan, prosa atau lainnya. Essai juga mempunyai beberapa struktur penulisan. Dalam struktur penulisan essai Bahasa Indonesia yang baik terdiri dari tiga jenis yaitu pendahuluan, pembahasan, kesimpulan dan penutup. Struktur essai ini merupakan bagian penting yang harus Anda perhatikan ketika membuat essai. Inilah struktur essai tersebut:

1. Pendahuluan

Struktur pertama dalam pembuatan essai adalah pendahuluan. Struktur ini merupakan struktur penulisan yang harus penulis simpan di awal penulisan essai. Pada bab pendahuluan, penulis dapat menuliskan tema secara keseluruhan.

Sedangkan, beberapa unsur di bagian pendahuluan yaitu latar belakang, opini pribadi penulis mengenai tema yang akan penulis bahas secara keseluruhan. Di bagian pendahuluan ini juga, penulis bisa menjabarkan latar belakang penulisan yang Anda dukung dengan data dan fakta yang ada.

2. Pembahasan atau Isi Essai

Pada bagian kedua penulisan essai yaitu penulis bisa menjabarkan argumen yang lebih terstruktur sampai koheren. Bagian pembahasan ini juga merupakan inti dari struktur di dalam essai itu sendiri. Penulis akan menjelaskan secara terperinci mengeni tema yang telah mereka pilih.

Hal-hal yang mendasari argumen penulis juga akan mereka jelaskan pada bagian ini. Misalnya, mengenai teori atau beberapa pendapat ahli dengan data dan fakta yang sesuai di lapangan. Dengan begitu, pembaca akan percaya dengan pendapat dan teori penulis, karena bukan hanya fiktif belaka.

3. Bagian Kesimpulan atau Penutup

Pada bagian akhir struktur tujuan tulisan essai adalah kesimpulan atau penutup. Di bagian ini akan memuat sekumpulan kalimat mengenai beberapa hal penting yang sudah penulis sampaikan sebelumnya di bagian pendahuluan dan juga isi.

Biasanya, di bagian ini penulis menyampaikan beberapa hall jauh lebih lebih singkat, padat, dan juga jelas. Penulis juga dapat menyertakan saran kepada pihak ke tiga guna menyikapi masalah yang telah mereka bahas.

Ciri-ciri Essai

Sebelum membahas mengenai tujuan essai, karya ilmiah satu ini juga mempunyai beberapa ciri khas yang menjadi pembeda dari karya tulisan lainnya. Beberapa ciri essai tersebut yaitu:

1. Bentuk Tulisan Berupa Prosa

Ciri pertama yaitu bentuk tulisannya berupa prosa. Itu berarti tulisannya merupakan karya yang ceritanya bebas dan tidak terikat oleh rima. Sehingga, karya ilmiah essai lebih menggunakan bentuk komunikasi biasa yang tidak mengandung ungkapan bersifat figuratif.

Prosa sendiri adalah jenis tulisan yang tidak sama seperti puisi atau pantun. Jadi, penulis bisa lebih bebas bercerita. Bahasa yang penulis gunakan dalam essai juga akan lebih bermakna denotasi daripada konotasi. Itu berarti bahasa yang penulis gunakan merupakan bahasa sehari-hari.

2. Gaya Penulisan yang Khas

Gaya penulis dalam suatu karya sastra biasanya akan mempunyai gaya yang berbeda dalam setiap penyampaiannya. Inilah kenapa tujuan gaya bahasa essai berbeda dengan jenis penulisan lainnya. 

Untuk membuat tulisan essai yang baik, penulis harus mengikuti struktur yang tepat. Perhatikan struktur penulisan secara sistematis seperti memperhatikan bagian pendahuluan, isi atau pembahasan, dan juga kesimpulan atau penutup. Gunakanlah gaya bahasa yang baik dan benar. Perhatikan hal-hal lain seperti ejaan, tanda baca, dan juga diksi yang benar.

3. Bentuk Isi Essai yang Tidak Utuh

Ketika menyusun suatu essai, penulis akan lebih fokus terhadap beberapa hal penting yang mereka anggap penting menjadi suatu objek atau subjek.

Hal itu kemudian akan penulis tuangkan dalam tujuan membuat essai dengan ciri bentuk isi yang tidak utuh. Sebab, penulis hanya akan memparkan beberapa poin penting yang harus mereka dukung dengan data dan juga fakta lainnya. Sehingga, penulis tidak akan menuliskan secara keseluruhan isi tema yang akan mereka bahas.

4. Memenuhi Kriteria Penulisan

Meskipun jenis tulisan ini tidak memaparkan objek dan juga subjek secara detail. Namun, kriteria penulisannya tetap sesuai dengan ketetapan dan juga berhubungan dengan struktur kaidah penulisan yang ada.

Seperti yang telah saya bahas di atas, struktur penulisan essai terbagi ke dalam tiga bagian. Bagian pertama adalah pendahuluan, isi, dan juga bagian akhir atau penutup.

5. Ciri Khas Personal

Bentuk essai biasanya mempunyai ciri personal dari penulisanya. Setiap penulis mungkin akan memiliki gaya yang berbeda ketika menulis. Itu karena isi essai yang berkaitan dengan pemikiran, sikap, dan bagaimana pandangan penulis.

Selain itu, betuk essai juga lebih singkat. Bahkan, hanya terdiri dari satu atau beberapa lembar saja. Sehingga, pembaca tidak membutuhkan waktu lama ketika membaca karya ilmiah satu  ini.

Tujuan Membuat Essai

Essai bersifat subjektif yang berdasarkan sudut pandang penulisnya. Karya tulis ini mengandung argumen atau opini penulis yang mudah pembaca pahami. Selain itu, essai juga tidak boleh lepas dari data atau fakta yang mendukung opini penulis itu sendiri. Sehingga, essai tidak akan memberikan kesan fiktif nantinya. Berikut ini adalah tujuan essai bahasa Indonesia:

1. Meyakinkan Pembaca

Opini yang penulis tulis dalam essai mempunyai tujuan supaya pembaca percaya terhadap opini penulis mengenai beberapa hal tertentu. Oleh sebab itu, essai wajib menyertakan beberapa data atau fakta yang menunjang opini yang akan penulis paparkan nantinya.

Tujuannya, supaya pembaca yakin dengan pendapat yang akan penulis sampaikan mengenai tema tertentu. Untuk mencapai tujuan ini, maka harus harus menyertakan beberapa fakta supaya pembaca bisa percaya dengan pandangan yang telah penulis sampaikan.

2. Argumen Penulis yang Bisa Pembaca Terima

Selanjutnya, tujuan pembuatan essai yaitu supaya pembaca bisa menerima argumen dari penulis. Biasanya, setiap essai mengandung sudut pandang yang berbeda tergantung dari penulisnya.

Tujuan essai yaitu supaya pembaca dapat menerima pemikiran dari penulis yang tertuang pada essai. Oleh sebab itu, lagi-lagi dokumen, data, dan fakta lain merupakan hal penting yang wajib penulis sertakan ketika akan membuat suatu essai.

Kesimpulan

Essai merupakan suatu komposisi prosa singkat yang mana berisi mengenai pendapat penulis mengenai objek atau subjek tertentu. Sebuah essai terbagi ke dalam tiga struktur penulisan yaitu bagian pendahuluan, isi atau pembahasan, dan terakhir adalah bagian penutup atau kesimpulan. 

Pada bagian isi essai akan menyajikan informasi secara keseluruhan mengenai subjek tertentu. Sedangkan di dalam kesimpulan, penulis akan menyebutkan kembali ide pokoknya secara singkat atau menambahkan beberapa saran atau observasi mengenai subjek tersebut. 

Demikianlah ulasan kali ini mengenai apa saja struktur, ciri-ciri dan tujuan essai itu sendiri. Semoga informasi ini dapat memubuat Anda lebih memahami lagi mengenai essai itu sendiri. 

0 Response to "Inilah Struktur, Ciri-ciri dan Tujuan Membuat Essai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel