Kenali 3 Poin Struktur Esai

Menulis esai tidak lagi menjadi sulit jika Anda telah mengetahui struktur esai itu sendiri. Dalam ulasan ini, akan dipaparkan sejumlah poin atau struktur  yang membangun sebuah esai. Akan tetapi sebelum itu, kenalilah pengertian esai dan jenis-jenisnya.

Kenali 3 Poin Struktur Esai

Esai merupakan salah satu karya tulis yang berisi opini dari sudut pandang penulis. Oleh karenanya esai bersifat subjektif,  spekulatif, analitis, dan interpretatif. Esai dapat memuat narasi berupa kritik, argumen, refleksi penulis, hingga fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, tujuan menulis esai yakni berusaha membuat  pembaca  percaya terhadap argumen yang Anda sampaikan sebagai penulis. Sekaligus membuat pembaca menerima semua opini dan informasi yang Anda berikan.

Esai memiliki ciri khas yakni tulisan berupa prosa singkat yang tidak utuh. Dengan menggunakan bahasa yang ringkas, denotatif, dan runtun, kebanyakan penulis hanya akan menyampaikan hal-hal yang mereka anggap penting saja. Sehingga rata-rata esai hanya tertulis dalam satu halaman saja. Meski demikian esai tetap memiliki struktur yang sesuai dengan kriteria kepenulisan.

Tulisan ini juga memiliki ciri khas personal sesuai dengan penulisnya. Tentu saja karena setiap penulis memiliki cara penyampaian yang berbeda dalam tulisannya. Bagaimana cara mereka berpikir, serta sudut pandang mereka terhadap sesuatu pun pasti berbeda-beda. 

Jenis-jenis Esai

Esai sendiri memiliki banyak jenis, yuk berkenalan dahulu dengan jenis-jenis esai !

1. Esai Cerita

Dalam esai ini Anda dapat menjadikan barang, seseorang ataupun hal lainnya untuk Anda jadikan objek penulisan. Esai ini bertujuan untuk menggambarkan sesuatu agar pembaca dapat membayangkan, dan seolah-olah masuk ke dalam cerita yang Anda narasikan. Sebagai contoh Anda dapat membuat pembaca seolah-olah ikut melihat objek, mengecap rasa, mendengar suara, hingga mencium bau dari objek yang Anda hadirkan pada esai Anda.

2. Esai Kritik

Esai ini merupakan esai yang berisi kritikan terhadap sesuatu. Sebagai penulis Anda dapat menyatakan opini Anda akan kelebihan dan kekurangan suatu hal. Tentu saja kritikan harus Anda sampaikan dengan bahasa yang baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.

3. Esai Reflektif

Selanjutnya ialah esai jenis reflektif, dimana Anda harus menyampaikannya secara mendalam, hat-hati dan sungguh-sungguh dengan bahasa yang formal. Karena pada umumnya, topik esai ini adalah tentang kehidupan, kematian, pendidikan, politik, hingga hakikat manusia.

4. Esai Pribadi

Esai pribadi berisi pemaparan pengalaman pribadi yang dialami oleh penulis. Sehingga disini Anda dapat menuliskan tentang diri Anda sendiri. Esai jenis ini memiliki ciri khas penggunaan sudut pandang pertama yaitu “saya“ pada kepenulisannya.

5. Esai Cukilan Watak

Pada esai ini Anda tidak menuliskan biografi seseorang, melainkan menuliskan beberapa hal saja terkait kehidupan pribadi, pengalaman atau peristiwa yang dialami oleh seseorang. Dari esai ini pembaca dapat melihat bagaimana sudut pandang Anda sebagai penulis terhadap seseorang yang sedang Anda bahas dalam esai.

6. Esai Tajuk

Terakhir, esai ini merupakan penggambaran pandangan atau sikap media terhadap isu yang terjadi. Tulisan ini wajib dipublikasikan di media cetak. Hal ini bermaksud untuk membentuk opini pembaca terhadap topik yang sedang terjadi di masyarakat.

Setelah mengetahui pengertian esai, tujuan esai, ciri-ciri esai, hingga jenis-jenis esai. Kini saatnya Anda mengetahui apa struktur kepenulisan esai tersebut.

Struktur Esai

Sebelum menulis esai, Anda wajib mengetahui struktur esai tersebut. Agar dapat memudahkan Anda dalam proses kepenulisan. Berikut adalah poin-poin atau struktur pembentuk esai.

1. Pendahuluan

Bagian pertama dari struktur esai ialah pendahuluan. Pendahuluan dalam esai ini secara umum sama dengan karya ilmiah lain, yakni berisi latar belakang serta pendapat pribadi sebagai penulis mengenai tema yang akan Anda angkat.

Disini Anda dapat mengajak pembaca untuk mengikuti pendapat Anda, atau hanya untuk membuat pembaca sekedar tahu tentang sudut pandang Anda terhadap suatu hal. Menyampaikan topik di awal dapat mempermudah pembaca mengetahui hal yang akan Anda sampaikan pada pembahasan.

2. Pembahasan

Bagian kedua dari struktur esai adalah isi atau pembahasan. Dalam bagian ini Anda dapat menyampaikan inti dari topik Anda. Tuliskan opini Anda secara mendetail, terstruktur, daan berurutan sesuai dengan kronologis atau kerangka yang telah Anda susun.  Hal ini akan memudahkan pembaca memahami isi esai Anda. 

Sebagai saran, tambahkanlah data, teori, maupun fakta-fakta ungkapan dari para ahli dalam tulisan Anda. Jadikan itu semua sebagai dasar-dasar penyusun argumen, agar dapat membuat pembaca lebih percaya dengan informasi yang Anda sampaikan. 

3. Penutup

Bagian akhir dari struktur esai adalah penutup yang berisi kesimpulan. Kesimpulan tersebut merupakan rangkuman dari poin-poin yang sudah Anda sampaikan pada pendahuluan dan pembahasan. Sebaiknya tulislah kesimpulan ini dengan singkat, padat, dan jelas. Agar tidak melebar terlalu luas ke topik lainnya.

Demikianlah 3 bagian struktur esai wajib Anda ketahui sebelum mulai menyusun esai. Selain dari pada struktur, simaklah tips-tips menulis esai berikut sebagai persiapan agar dapat membantu Anda dalam kepenulisan esai.

Tips-tips Menulis Esai

Perhatikan tips berupa langkah-langkah yang dapat Anda lakukan sebelum menulis esai. Bagi para pemula yang baru memulai menulis, simaklah informasi penting berikut ini.

1. Tentukan Topik

Tentukanlah satu topik khusus yang jelas dan fokus. Sehingga tulisan esai Anda tidak akan melebar kemana-mana. Fokus atau tidaknya suatu topik dapat mempengaruhi kualitas esai.

2. Susun Kerangka

Menyusun kerangka dapat membantu Anda menulis esai dengan runtut, sehingga membantu pembaca memahami isi esai Anda.

3. Kumpulkan Materi

Kumpulkan bahan materi untuk tulisan Anda. Sebagai contoh Anda dapat mengumpulkan gagasan atau pendapat para ahli, data, atau fakta kejadian yang sekiranya akan mendukung opini Anda

4. Menulis Isi

Tulislah bagian isi terlebih dahulu. Kembangkan materi yang sudah Anda tulis membentuk suatu pembahasan. Tentu saja pengembangan materi tersebut harus mengikuti kerangka yang sudah Anda susun.

5. Menulis Pendahuluan

Setelah menulis isi, lanjut pada pendahuluan. Buatlah pendahuluan yang mendukung isi dari pembahasan Anda. Anda dapat menulis pendahuluan dengan baik jika Anda telah mengetahui isi dari esai Anda dengan baik pula.

6. Menulis Kesimpulan

Setelah menulis isi dan pendahuluan, berikutnya adalah kesimpulan. Buatlah kesimpulan dengan bahasa yang ringkas, padat, jelas, dan tidak bertele-tele. 

7. Membaca Ulang Esai

Membaca ulang esai sangat penting Anda lakukan untuk melakukan koreksi bila terdapat kalimat yang kurang tepat. Baca ulang terus esai Anda, pastikan bahwa tulisan Anda enak dibaca.

Itulah tips atau langkah-langkah yang dapat membantu bila Anda hendak menulis sebuah esai. Selain struktur esai, tips semacam itu juga akan sangat membantu terutama bagi pemula yang sedang dalam tahap belajar.

0 Response to "Kenali 3 Poin Struktur Esai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel