Paradigma Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Dalam sebuah penelitian dalam bidang keilmuan, sudah pasti kegiatan tersebut tidak jauh dari yang namanya kualitatif dan kuantitatif. Itu karena kedua pendekatan itu memiliki keterkaitan erat yang saling melengkapi satu sama lain. Oleh karena itu, setidaknya Anda harus paham dengan adanya paradigma penelitian kuantitatif dan kualitatif.

Apa Itu Paradigma?

Sebelum melangkah ke pembahasan lebih lanjut, ada baiknya Anda mengetahui apa itu arti dari Paradigma. Pada umumnya, sebuah penelitian itu merupakan suatu upaya untuk dapat mencari kebenaran maupun membenarkan kebenaran tersebut sendiri. Sangat berkaitan dengan Paradigma.

Paradigma adalah kumpulan longgar dari asumsi yang telah dipegang secara bersama-sama, proposisi maupun konsep yang mengarah kepada cara berfikir serta penelitian (Bogdan dan Biklen). Paradigma juga lebih dari sekedar aktivitas orientasi metodologi saja, jadi ada dasarnya sendiri.

Ada juga yang mengatakan, bahwa Paradigma ini merupakan suatu pandangan mendasar dari para ilmuwan yang berisikan tentang apa yang telah menjadi pokok persoalan semestinya dan dipelajari leh salah satu disiplin ilmu pengetahuan maupun cabangnya.

Pengertian Paradigma Penelitian Kuantitatif

Pada umumnya, paradigma kuantitatif merupakan bentuk usaha berupa pencatatan hasil dari penelitian dalam jumlah tertentu. Hasil dari penelitiannya bisa dinyatakan ke dalam bentuk statistik maupun angka. Namun, artian luas penelitian ini dimaksudkan sebagai teknik penelitian ilmiah.

Baca juga: Etika dalam penelitian yang perlu anda ketahui

Dengan menggunakan metode statistik, seperti misalnya saja mengumpulkan, meringkas, menyusun serta mempresentasikan data dari hasil penelitian ke dalam bentuk angka maupun statistik. Jadi, dari sini pihak peneliti akan membuat suatu kesimpulan serta keputusan secara logis.

Di samping itu, penellitian kuantitatif menurut Kasiran diartikan sebagai salah satu proses dalam mencari pengetahuan dengan memakai data yang berupa angka serta dijadikan sebagai alat untuk membuat analisis keterangan tentang hal yang sebenarnya ingin diteliti serta diketahui.

Tentang Paradigma Penelitian Kuantitatif

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, bahwa penelitian kuantitatif ini merupakan suatu bentuk penelitian dengan mencari hasilnya menggunakan data berupa angka. Tidak heran jika sebagian besar peneliti selalu memakai kuesioner yang notabene selalu berkaitan dengan angka.

1. Pendekatan Peneltiian Kuantitatif

Paradigma penelitian kuantitatif memiliki pendekatan yang sangat khas dan perlu untuk diperhatikan. Dengan begitu, peneliti akan lebih mudah dalam mengambil arah maupun keputusan secara benar untuk menentukan topik penelitian, menyusun, membuat analisis data serta laporan penelitiannya.

Baca juga: Jenis-jenis penelitian dan contohnya

Pendekatan penelitian kuantitatif antara lain, menggunakan pola pemikiran deduktif (rasional empiris), dalam penelitian ini juga digunakan logika jenis positvistik, memiliki tujuan dalam penyusunan ilmu nomotetik, penelitiannya harus sesuai rencana awal, pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran.

2. Prosedur Dalam Penelitian Kuantitatif

Selain mempunyai karakteristik yang cukup khas, penelitian kuantitatif ini memiliki beberapa asumsi yang seharusnya Anda ketahui. Seperti realitas (sasaran penelitian mempunyai dimensi 1 atau tunggal, berfragmen, bersifat konstan) dan juga variabel (menggunakan alat objektif dan baku).

Sedangkan prosedur dari penelitian kuantitatif adalah mengidentifikasi masalah, literatur atau referensi, mengembangkan kerangka konsep, mengidentifikasikan variabel, hipotesis serta pertanyaan, mengembangkan design, melakukan teknik samppling, pengumpulan data, analisis data, interpreasi serta komunikasi hasil penelitian.

3. Jenis Penelitian Kuantitatif

Salah satu prosedur di dalam penelitian kuantitatif yaitu dengan mengembangkan desain penelitian itu sendiri. Dalam hal ini, pihak peneliti bisa menggunakan metode maupun desain yang sesuai dengan penelitiannya. Pertimbangan menentukan metode melalui tujuan yang akan dicapai.

Baca juga: Penelitian kuantitatif - Pengertian, ciri, jenis, dan contohnya

Sesuai dengan karakteristik permasalahan, penelitian kuantitatif ini memiliki beberapa jenis penelitiannya berdasarkan pada sifat permasalahannya. Antara lain seperti penelitian deskriptif, korelatif, eksperimen, perkembangan, tindakan dan juga penelitian kausal – komparasi.

4. Penerapan Paradigma Penelitian Kuantitatif

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa penelitian kuantitatif ini imenggunakan metode deduktif. Ada beberapa penerapan di dalam penelitian ini, seperti melakukan perumusan suatu masalah. Dalam hal ini, pihak peneliti harus membuat suatu pertanyaan mengenai objek empiris dengan batas jelas.

Baca juga: Pengertian penelitian kuantitatif menurut para ahli

Kemudian, ada penerapan lainnya. Seperti menyusun hipotesis, pihak peneliti haruslah mampu menjelaskan hubungan diantara beberapa faktor yang telah membentuk suatu permasalahan penelitian. Lalu membuat rumusan hipotesis, melakukan pengujian hipotesisnya dan kesimpulan.

Pengertian Paradigma Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah suatu model penelitian bersifat humanistik. Di mana manusia di dalam penelitian ini dijaidkan sebagai salah satu subyek utama dalam peristiwa sosial. Jadi, hakikat manusia di sini mempunyai kebebasan untuk berpikir serta menentukan pilihannya atas dasar budaya.

Paradigma penelitian kualitatif meyakini bahwa di dalam suatu sistem masyarakat, ada suatu ikatan yang dapat menimbulkan keteraturan terjadi secara alamiah. Oleh karena itulah, pihak peneliti bertugas untuk mencari serta menemukan keteraturan tersebut.

Baca juga: Penelitian kualitatif - Pengertian, ciri, jenis, dan contohnya

Di dalam penelitian kualitatif ini, prosesnya jauh lebih penting dibandingkan dari sekedar hasil. Jadi, prosesnya harus diperhatikan benar-benar. Di mana pihak peneliti sebagai pengumpul instrumen, harus bisa menempatkan diri pada posisi subjektif sampai data bisa dipertanggungjawabkan.

Pendekatan Penelitian Kualitatif 

Sama seperti pada penelitian kuantitatif sebelumnya, kualitatif pun juga memiliki pendekatannya masing – masing dan tentu saja berbeda. Pada dasarnya pendekatan tersebut antara lain fenomenologi, interaksi simbolik dan juga etnometodologi.

1. Fenomenologi 

Pendekatan fenomenologi ini menggambarkan bahwa peneliti berusaha memahami makna dari peristiwa serta bagaimana peristiwa tersebut berpengaruh pada manusia di dalam kondisi dan juga situasi tertentu. Sedangkan karakteristik dari pendekatan ini bervariasi.

Seperti tidak berasumsi tentang berbagai hal yang dianggap penting atau berarti bagi manusia (subjek penelitian), memulai suatu penelitian dengan pikiran tenang dengan tujuan mengungkap apa yang diteliti, melakukan penelitian kuantitatif secara mendalam hingga aspek subyektif perilaku manusia.

2. Interaksi Simbolik 

Interaksi simbolik ini adalah suatu kerangka fenomenologi yang jauh lebih baik serta terjabarkan di atas berbagai macam pokok pemikiran lebih kongkrit. Sedangkan pokok pikirannya antara lain, sesuai dengan dasar maupun perspektif fenomenologis, manusia bertindak atas dasar respon.

Baca juga: Pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli

Kemudian, interaksi bukanlah kegiatan yang esensial. Di mana interaksi simbolik menjadi salah satu paradigma dengan penjelasan secara konseptual, teori di dalam pendekatan ini bukan sebuah norma melainkan bagaimana teorinya bisa didefinisikan serta digunakan di dalam situasi / kondisi khusus.

3. Etnometodologi 

Etnometodologi ini adalah pendekatan yang jauh lebih fokus kepada bidang kajian yang akan diteliti. Bidang kajianya bukan masyarakat yang khusus pada suatu peristiwa, melainkan orang yang ada di dalam situasi maupun kondisi.

Etnometodologi juga akan membahas berbagai macam hal untuk dapat mengartikan bagaimana serta apa yang akan manusia kerjakan, bagaimana manusia melihat dan menjelaskan peristiwa, mendeskripsikan berbagai urutan, tata tertib mengatur manusia di dalam lingkungan masyarakat.

4. Analisis Pengambilan Kesimpulan Paradigma Kualitatif

Ada beberapa cara untuk dapat mengambil kesimpulan berdasarkan pada paradigma penelitian kualitatif ini. Antara lain adalah induksi analitis dan juga ekstrapolasi. Tentu saja memiliki pengertian yang berbeda-beda.

Baca juga: Analisis data penelitian kuantitatif dan kualitatif

Induksi analisis merupakan suatu pendekatan analisis serta pengolahan data yang mengelompokkan berbagai macam data ke dalam suatu konsep dan kategori tertentu. Sedangkan ekstrapolasi adalah cara analisis serta kesimpulan dengan melakukan simultan pada proses induksi sebelumnya.

Seperti itulah beberapa penjelasan secara detail dari paradigma penelitian kuantitatif dan kualitatif. Sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan di atas, dari kedua penelitian tersebut memiliki perbedaannya masing-masing.

0 Response to " Paradigma Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel