Metode Pembelajaran Blended Learning Wajib Dipahami

Ketika menghadapi masa pandemi covid yang masih sangat parah, pemerintah pun memberikan aturan jika sekolah ataupun kuliah dilakukan secara online ataupun e-learning. Tapi dengan kondisi sekarang sudah cukup membaik, maka metode pembelajaran blended learning menjadi pilihannya.

Metode Pembelajaran Blended Learning Wajib Dipahami

Pengertian Dari Model Belajar Blended Learning

Sebetulnya model pembelajaran seperti ini merupakan gabungan dari metode secara tatap muka dan secara virtual. Apabila menurut Semler, blended learning merupakan sebuah kemudahan dalam pembelajaran dengan menggabungkan berbagai macam teknik penyampaian.

Bukan hanya itu saja, dimulai dari model pengajaran, gaya pembelajaran kemudian memperkenalkan berbagai macam media dialog diantara fasilitator dengan para peserta didik.

Bisa dikatakan pula jika bulan learning ini merupakan suatu kombinasi dari proses belajar-mengajar face-to-face dan juga daring. Itulah mengapa, model ini pun akan dipakai sehingga bisa lebih membiasakan para murid untuk belajar secara tatap muka.

Jenis-Jenis Metode Pembelajaran Blended Learning

Di dalam metode pembelajaran seperti ini rupanya memiliki berbagai macam jenis. Anda jika menjadi seorang pengajar wajib mengetahui hal tersebut. Tidak perlu berlama-lama berikut ini merupakan penjelasannya:

1. Jenis Station Rotation Blended Learning

Bisa dibilang untuk metode pertama ini ialah kombinasi dari ketiga stasiun ataupun spot di dalam 1 jam tatap muka kemudian dibagi menjadi tiga langkah. Misalnya saja face to face terdiri dari 90 menit, jadi akan terbagi menjadi 3 waktu yakni pada masing-masing step ialah 30 menit.

Dari ketiga step tersebut terdiri dari online instruction, kedua ialah teacher-led instruction, sedangkan ketiga merupakan kolaboratif activities and stations.

2. Jenis Lab Rotation Blended Learning

Sebetulnya hampir mirip dengan station rotation, di mana untuk jenis ini para mahasiswa akan memiliki kesempatan dalam memutar spot melalui jadwal yang sebelumnya sudah ditentukan.

Akan tetapi, dilakukan dengan memakai laboratorium komputer khusus di mana hal itu dapat memungkinkan pengaturan jadwal yang lebih fleksibel dengan dosen. Artinya akan membutuhkan lab computers.

3. Jenis Remote Blended Learning atau Enriched Virtual

Sebetulnya di dalam metode pembelajaran ini, fokus dari mahasiswa ataupun siswa ialah menyelesaikan pembelajaran online. Mereka akan melakukan proses belajar tatap muka dengan dosen hanya sesekali saja ketika diperlukan.

Di dalam jenis pembelajaran remote blended learning, nantinya para peserta didik tidak akan belajar secara tatap muka dengan dosen setiap hari. Namun masih ada di dalam pengaturan flipped dimana siswa pun mampu menyelesaikan tujuan dari study secara individu.

4. Jenis Flex Blended Learning

Flex masuk ke dalam jenis pembelajaran ini, sebab belajar secara online merupakan inti ataupun tulang punggung dari peserta didik saat ini meskipun masih didukung dengan sistem offline. Nantinya para siswa akan melanjutkan proses studi melalui kelas nyata dengan jadwal fleksibel.

Sebagian besar dari peserta didik masih belajar di sekolah, kecuali jika mengerjakan pekerjaan rumah. Pengajar harus memberikan suatu dokumen dalam pembelajaran tatap muka secara fleksibel dan adaptasi menyesuaikan keperluan. Seperti pengejaran kelompok kecil dan bimbingan.

5. Tipe The "Flipped Classroom" Blended Learning

Selanjutnya ini menjadi salah satu versi paling banyak dikenal, karena memang banyak juga mahasiswa akan menggunakan metode ini. Di mana untuk prosesnya adalah setiap peserta didik akan mempelajari konten-konten yang telah disediakan.

Dalam proses pembelajaran seperti ini nantinya para peserta didik akan memperdalam ataupun melatih agar bisa memecahkan soal-soal yang telah diberikan pengajar. Namun pada dasarnya model seperti ini masih menggunakan format tradisional tapi dengan konteks baru.

6. Individual Rotation Blended Learning

Terakhir menjadi salah satu model pembelajaran yang akan memungkinkan para setiap peserta didik memutar melalui stasiun-stasiun. Namun hal itu akan sesuai dengan jadwal individu, sebelumnya telah ditetapkan oleh pengajar maupun algoritma perangkat lunak.

Tidak akan sama dengan rotasi lain, nantinya para mahasiswa pun perlu berputar ke setiap stasiun. Mereka hanya akan berputar pada aktivitas yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Manfaat Metode Blended Learning

Pastinya penggunaan dari model pembelajaran blended learning memiliki banyak manfaat ataupun keuntungan tersendiri. Sebab dapat memberikan fleksibilitas kepada setiap siswa, pada saat memilih waktu ataupun tempat ketika mengakses pembelajaran. Bukan hanya itu, berikut ini ulasannya:

1. Jauh Lebih fleksibel

Seperti yang telah dijelaskan di atas, jika metode pembelajaran ini akan menerapkan campuran antara daring dan tatap muka. Agar para siswa pun mampu belajar materi lebih fleksibel bahkan tidak akan terpatok oleh tempat maupun waktu.

Hal ini akan sangat berbeda jauh dalam proses pembelajaran terdahulu, dimana semua peserta didik diwajibkan untuk datang ke sekolah. Karena tidak dituntut datang ke tempat belajar maka dapat memungkinkan para siswa belajar sesuai dengan kemampuannya.

2. Lebih Efektif Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Setiap siswa pasti mempunyai kekurangan serta kelebihannya tersendiri dari adanya model pembelajaran secara daring ataupun face to face. Itulah sebabnya, dengan adanya metode campuran seperti ini dirasa jauh lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar.

Hal ini pun juga telah terbukti dari hasil uji yang dilakukan kepada anak-anak sekolah dasar, untuk pelajaran bahasa Inggris dengan memakai metode blended learning. Hasilnya pun terdapat suatu peningkatan pencapaian membaca hingga 20 poin dibandingkan biasanya.

3. Bisa Meningkatkan Keterlibatan Siswa

Bukan hanya itu saja, dengan metode blended learning ini para siswa pun akan semakin dimudahkan ketika terlibat di dalam suatu pembelajaran. Pada saat ini kebanyakan murid jauh lebih akrab dengan kemajuan teknologi.

Maka dari itu, ketika menggunakan teknologi saat proses belajar mengajar. Para peserta didik pun jauh lebih dimudahkan. Nantinya bisa terlibat penuh pada materi yang diajarkan tersebut.

4. Mampu Meningkatkan Kepuasan Belajar Siswa

Dengan adanya metode ini, dirasa para murid bisa lebih meningkatkan kepuasan terhadap pembelajaran dan juga hasil dari belajar mereka. Karena peserta didik juga telah memahami ataupun mengetahui tentang bagaimana alur materi yang akan diterima.

Baik itu dari apa yang diharapkan siswa bahkan sampai pencapaiannya. Kemudian pada akhirnya murid juga dapat mampu mencapai tujuan dari belajar dengan baik.

5. Partisipasi Peserta Didik Meningkat

Pada proses pembelajaran secara tradisional biasanya para siswa akan dituntut untuk datang ke kelas. Kemudian mereka juga cenderung pasif di dalam kegiatan belajar. Hal tersebut disebabkan sistem memang akan berpusat pada ceramah dari para pengajar dan tidak melibatkan para murid.

Maka dari itu, dengan adanya metode ini para siswa akan jauh lebih aktif dan pastinya mereka juga lebih mudah ketika mengakses materi. Aktivitas dari pembelajaran bisa berkualitas dan para peserta didik mampu memahami setiap teori.

Itulah sekilas informasi mengenai apa metode pembelajaran blended learning. Dengan adanya penjelasan di atas, semoga bisa menambah wawasan Anda.

0 Response to "Metode Pembelajaran Blended Learning Wajib Dipahami"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel